Author: admin

  • Serial Pelatihan \”Menulis Laporan Efektif\” Sesi 1-3

    Zaman semakin maju, tapi laporan organisasi tetap panjang, tidak mengerucut, dan membosankan. Kamu pasti ingin laporanmu efektif dan menarik perhatian pembacanya. Ya,’kan?

    Yayasan Penabulu dengan Program Lingkar Madani, yang didukung The David and Lucile Packard Foundation, akan menggelar Serial Pelatihan Laporan Efektif. Tempo Institute akan menjadi mentor pelatihan dengan konsep pembelajaran yang interaktif, intensif, dan berorientasi pada hasil karya peserta. Tak hanya itu, kamu akan bertambah wawasan dan pengalaman tentang strategi pemecahan masalah. 

    Pelatihan akan berlangsung selama 2 minggu melalui platform Zoom Meeting.. Manfaatkan kesempatan ini dengan mengikuti seluruh sesi pelatihan. Pada minggu pertama, pelatihan akan dilakukan dengan 3 sesi, yang terdiri dari: 

    Sesi Pertama:
    Kalimat Efektif dan Menyunting Tulisan
    Selasa, 22 Maret 2022 | 09.00 – 15.00 WIB
    Mentor:  Uu Suhardi, Editor dan Koordinator Redaksi Bahasa di Tempo Media Grup

    Sesi Kedua
    Prinsip Laporan Efektif dan Teknik Menulis Ringkasan Eksekutif
    Rabu, 23 Maret 2022 | 09.00 – 15.00 WIB
    Mentor: Philipus Parera, Redaktur Eksekutif Tempo English dan Yandhie Arvian, Redaktur Eksekutif Koran Tempo

    Sesi Ketiga
    Pembahasan dan Evaluasi Tugas
    Kamis, 24 Maret 2022 | 13.00 – 15.00 WI

    Segera registrasi via 

     

    Sampai jumpa di ruang Zoom, ya. 

    Informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Sudarwanto via e-mail: sudarwanto@penabulu.id atau WhatsApp: 0852-7200-1222.

    Terima kasih. 

     

    Salam,
    Tim Lingkar Madani

     

  • Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 1 \”Kalimat Efektif dan Sunting Tulisan Laporan Efektif\”

    Kita sudah tidak asing lagi dengan laporan, tapi apakah laporan yang kita tulis mudah dipahami pembaca? Laporan efektif pun tidak hanya dilihat dari sisi pemahaman, tapi juga kalimat efektif yang digunakan dan pesan yang tersampaikan. Berlatar belakang hal tersebut, Program Lingkar Madani berkolaborasi dengan Tempo Institute menggelar Serial Laporan Efektif sebanyak 6 sesi. Pada sesi pertama, 22 Maret 2022, topik yang dibawakan oleh pengajar kita adalah kalimat efektif dan menyunting tulisan. 

    Awal pelatihan, Uu Suhardi, Editor dan Koordinator Redaksi Bahasa di Tempo Media Grup, memberikan kuis tentang kata baku, mana yang baku dan tidak, dari 20 pasangan kata. Mas Uu  lebih memilih box chat sebagai tempat peserta menjawabnya. Kumpulan kata baku yang diberikan itu sering kali bikin kecoh bila kita tidak mengenalinya, contoh: antara akta dan akte; resiko dan risiko; atau penalti dan pinalti. Kata tidak baku itu bukan berarti salah dan tidak boleh digunakan, tapi biasanya dipakai sebagai bahasa pergaulan atau bentuk tidak formil. Biar tidak tersesat antara baku dan tidak baku, kita bisa cek di laman:  https://kbbi.kemdikbud.go.id/

    Kemudian, Mas Uu menerangkan kalimat sempurna yang sekurang-kurangnya memiliki subjek (siapa) dan predikat (apa), yang bisa juga ditambahkan penjelasan (bagaimana dan mengapa). Contoh, kemarin saya pergi ke Gedung Tempo, Jakarta, menumpang mobil teman untuk mengikuti kelas menulis. Terlihat, kan, bagian subjek dan predikatnya? 

    Kalimat efektif sendiri adalah kalimat yang singkat, padat, jelas, dan lengkap serta cermat. Singkat berarti hanya menggunakan unsur yang diperlukan; padat, tidak berisi penggulangan kata; jelas, strukturnya teratur; lengkap, mengandung semua unsur pembentuk kalimat; dan cermat, menggunakan tanda baca dan pilihan kata yang tepat serta tidak menyimpang dari kaidah. Selain mengacu pada teori, tulisan yang efektif juga dilahirkan dari latihan menulis yang terus-menerus. 

    Kalimat efektif pun tidak lepas dari penggunaan tanda baca. Kesalahan yang biasanya terjadi, misalkan dalam kalimat: Tahun ini, Joko sudah melakukan perjalanan ke Sumba, Flores dan Lombok. Yang  benar adalah “Tahun ini, Joko sudah melakukan perjalanan ke Sumba, Flores, dan Lombok.” Lebih jauh soal tanda baca, huruf kapital, kata serapan, dan lainnya, bisa kunjungi laman https://puebi.js.org/

    Tepat pukul dua belas, kegiatan dihentikan sementara untuk isoma, yang kemudian dilanjutkan pukul satu dengan  topik menyunting tulisan. Karena belajar menulis harus pratek, Mas Uu membagi beberapa kelompok untuk latihan menyunting. Tugas masing-masing kelompok langsung ditampilkan, loh biar peserta bisa belajar. Wah, seru banget pelatihan ini. Usai pelatihan bisa jadi editor, nih. Hehehe. Pastinya, setiap yang hadir pada pelatihan, mendapatkan materi yang diberikan via surel. Nyesel nggak ikutan?  Makanya, rajin cek surel dari kami, atau WAG Lingkar Madani.

    Baca juga, Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 2-3 \”Prinsip Laporan Efektif dan Ringkasan Eksekutif\”

  • Online Presence for NGO

    Pada era digital, manfaat website dan e-mail dapat memberikan peluang bagi siapa pun, tak terkecuali OMS. Salah satunya, pendonor dapat mudah menghubungi lembaga, atau sebaliknya, untuk mendukung program yang akan dijalankan. 

    Namun, masih banyak OMS yang belum memiliki website dan e-mail resmi lembaga, atau sudah mempunyai, tapi belum memanfaatkannya secara optimal. Latar belakang inilah, Program Lingkar Madani mengadakan pelatihanOnline Presence for NGO  pada waktu: 

    Senin, 21 Maret 2022 | Pukul: 13.30 – 16.00 WIB | Platform: Zoom Meeting 

    Sugeng Wibowo, ICT Specialist Penabulu Foundation, akan menjadi narasumber pelatihan kali ini. Sugeng telah bergelut di bidang teknologi dan informasi sejak tahun 1998, dan aktif berjibaku, mendorong pemanfaatan teknologi untuk kerja sosial sejak tahun 2005.

    Ia akan menambah wawasan kita tentang identitas digital organisasi; kerangka  strategi website; dan membaca analisa untuk perencanaan, pengembangan dan pengelolaan website dan e-mail  resmi organisasi.

    Karena penting bagi kita semua, yuk, segera daftar di bit.ly/OnlinePresence4NGO  atau Klik tombol di bawah ini:

    Pelatihan Online Presence for NGO”  terwujud berkat kerja sama Lingkar Madani dan ICT4NGO, dan didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation. 

    Informasi lebih lanjut tentang pelatihan ini atau program lainnya, silakan hubungi: Sudarwanto via e-mail di sudarwanto@penabulu.id atau Whatsapp +62 852-7200-1222.

    Terima kasih dan sampai jumpa!

     

    Salam,
    Tim Lingkar Madani.

     

  • Strategi Kelola Website dan e-Mail Resmi Lembaga

    Narasumber pelatihan Online Presence for NGO, Sugeng Wibowo, 21 Maret 2022, mengajak setiap peserta untuk memperkenalkan diri kepada peserta lain. Peserta yang hadir cukup beragam, ada Koaksi Indonesia, Hutan Itu Indonesia, Photovoices International, GEMAPALA Fakfak, Planet Indonesia, dan banyak lagi.

    Sebagai ICT Spesialis, Sugeng ibarat mengajak peserta berjalan-jalan di dunia maya yang tidak berbeda dengan dunia nyata—ada rute, alamat rumah, tempat berkumpul, dan lainnya yang dianalogikan, misalnya, lahan itu server, bangunan itu website, domain itu alamat rumah—agar peserta mudah memahami. Nah, setelah punya rumah, kita harus merawatnya dengan baik, maksudnya dikelola secara baik.

    \"\"

    “Website yang tidak dikelola itu seperti rumah hantu,” ucap Sugeng Wibowo. Bagaimana mengelolanya agar muncul di mesin pencarian Google dan mengundang orang untuk berkunjung ke rumah kita?

    Semua itu harus didukung infrastruktur, sumber daya manusia, kebijakan lembaga, dan termasuk faktor eksternal. Menurut Sugeng, organisasi harus mengubah pandangan yang diikuti dengan mempersiapkan hal-hal tersebut, bertransformasi. 

    Sugeng berbagi langkah yang terdiri dari visibility, credibility, dan agility. Visibility, berarti eksis. Manfaatnya besar, loh, keberadaan website ini. Pengunjung akan melihat informasi penting tentang lembaga dan lainnya yang kredibel, mudah menghubungi kita sehingga membuka potensi kolaborasi, bahkan pendanaan program.  Yang dimaksud dengan kredibel atau  Credibility adalah konten website yang menampilkan profil komprehensif, berbagi informasi yang akuntabel, dan lainnya, untuk membuat pengunjung percaya, kembali dan kembali ke website kita. Maka, lembaga mesti Agility, harus lincah!. Rajin berbagi informasi terbaru, respon cepat, berjejaring, dan tentu, berinteraksi via website ataupun e-mail. Sugeng menekankan bahwa lembaga tidak bisa lagi menggunakan cara-cara lama. 

    Selain itu, ia tidak lupa memberikan langkah-langkah Mendesain Tata Letak Halaman Utama Website. Yang perlu diperhatikan adalah identifikasi komponen di halaman utama website.  Terdiri dari konten unggulan, konten dinamis, konten penting, konten visual, dan konten strategis. Yang sebelum itu, kita harus menyiapkan logo dan tagline lembaga; pilihan bahasa; navigasi; dan visualisasi identitas.

    \"\"

    Usai pemaparan, Sugeng mempersilakan peserta untuk berbagi pengalaman dan bertanya. Ternyata, hampir rata-rata telah memiliki website, tapi belum dikelola optimal. Ada pula yang SDM-nya merangkap mengelola website karena lembaga masih baru didirikan. Padahal, mengelola website itu perlu orang yang khusus, begitu pula dengan media sosial. Pastinya, lembaga harus membuat timeline pembangunan website dan editorial konten. 

    Lembaga nirlaba saat ini sudah tak bisa lagi menghindari teknologi. Sudarwanto dari Program Lingkar Madani,kerap mengucapkan di setiap pelatihan, “Mari kita berproses bersama”. Jadi, tak usah malu, sungkan, apalagi malas untuk belajar demi masa depan yang lebih panjang. 

    Cek terus kabar pelatihan terbaru kami di lingkarmadani.org atau e-mail kamu. Biar kita semua bisa memajukan program di era 5.0.

  • Workshop #1 Revolusi Digital Kampanye Sosial \”Menciptakan Kampanye yang Berkelanjutan di Ruang Digital\”

    Akun media sosial NGO selalu kalah dengan brand. Karena, tak ada komunikasi dua arah  dengan audiens. Brand lebih jago, kita tahu itu, tapi kita tidak mau terjun lebih lanjut. 

    ~ Juris Bramantyo

     

    Juris Bramantyo mengajak peserta yang hadir untuk berkenalan dan menuliskan kampanye apa yang sedang dilakukan, melalui kotak percakapan di Zoom, pada sesi pertama serial pelatihan Revolusi Digital Kampanye Sosial, bertajuk Mengangkat Isu Keberlanjutan di Era Digital, 18 Maret 2022. Selanjutnya, Juris menggarisbawahi tema sesi ini mengenai bagaimana menciptakan kampanye yang berkelanjutan

    Kampanye yang berkelanjutan berarti tidak hanya waktu singkat, loh, juga bukan sekedar projek atau eksistensi. Kampanye berkelanjutan itu harus ramah lingkungan, ramah sosial, dan menjamin ketahanan. Kampanye berkelanjutan bukan berarti hanya bicara lingkungan saja, tapi semua sektor. Malah, kampanye lingkungan belum tentu kampanye yang berkelanjutan jika tidak memenuhi hal tadi. Juris bilang inilah paradigma yang harus diubah tentang kampanye lingkungan adalah kampanye yang berkelanjutan. 

    Berdasarkan KBBI, kosakata ‘berkelanjutan’  merupakan sinonim dari “lestari”, “tidak berubah”, “bertahan”, “kekal”. Nah, sebelum berkampanye, kita pahami terlebih dahulu definisinya, kita juga harus mengenal ‘arwah’ organisasi kita, seperti: isu khas organisasi; minat audiens; dan isu kesukaan kita pribadi—biasanya kita dengan mudah menciptakan kampanye kreatif, konsisten, dan melakukan kegiatan dalam kampanye, menjadikan kebiasaan, dan mendokumentasikan, lalu  membagikan ceritanya kepada audiens. 

    Kita pun perlu hindari memetakan isu yang bisa bikin kampanye kita tidak berhasil dan tidak berkelanjutan. Menurut Julius, isu yang berdiri sendiri harus diubah menjadi isu mainstreaming, maksudnya, dikawinkan dengan masalah-masalah yang dekat dengan masyarakat, atau yang mudah dipahami, sehingga menjangkau audiens lebih luas,  misal isu kelapa sawit dengan kecantikan, isu krisis pangan dengan hobi makan enak, isu sampah dengan pariwisata, dan sebagainya. 

    Serunya lagi, Julius membagikan cara membuat kampanye berkelanjutan, yaitu: SMART. Ini bukan nama aplikasi, ya. Melainkan, SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time bound). Dan, Kunci sukses berdigital, yaitu:

    • Bangun narasi yang kuat,
    • Pilih kanal da aktivitas yang tepat,
    • Produksi konten dan kegiatan yang memikat,
    • Buka ruang untuk bereksperimen dengan kreativitas dan inovasi yang cepat. Misal di kalimantan ada giliran mati lampu, apa yang baik, misal buka kelas whatsapp. 
    • Bangun komunikasi dan interaksi dua arah agar audiens selalu merasa terlibat
    • Pelajari ekosistemnya dan gunakan beragam alat
    • Perbarui data dan terapkan strategi yang menguntungkan dengan cermat. 

    Hmm, masih banyak lagi yang dibeberkan secara detil oleh narasumber. Belum  ditambah kisi-kisi dari fasilitator Ahmad Azis (Engagement Lead, Campaign.com) dan Anugerah Putra (Outreach Manager, Campaign.com).

    Kamu kecewa karena nggak sempat bergabung? Tenang, masih ada workshop minggu depan, dan tugas yang akan dibahas pada kesempatan dan bisa dilihat

    Pantau terus kegiatan Program Lingkar Madani di website ini. Kegiatan ini merupakan kerja sama Yayasan Penabulu dan Campaign.com.

    Lanjut baca: Workshop #2 Revolusi Digital Kampanye Sosial \”Strategi Menyusun Amplifikasi Digital

  • Belajar Memahami Teknik Penyusunan Laporan Pajak

    Pada awal pelatihan keuangan Teknik Penyusunan  Laporan Pajak Badan, sesi 8—9, narasumber Hadi Prayitno, Ak.,CA, menyampaikan bahwa per 1 Maret 2022, laporan SPT PPh Badan secara manual sudah tidak digunakan lagi. Tak hanya itu, dari sisi penyusunan laporan pun ada perbedaan dengan sebelumnya, dan ada beberapa hal yang menyebabkan koreksi fiskal. Lantas, bagaimana cara mengimplementasikannya di laporan pajak badan? 

    Negara kita sedang menuju ‘Indonesia Maju’, otomatis pemanfaatan teknologi semakin dioptimalkan, salah satunya soal pelaporan pajak. Jadi, korporasi maupun lembaga nirlaba, mau tak mau, harus beradaptasi dengan perubahan, dan terbiasa mengisi laporan melalui digital. Kini, laporan pajak orang pribadi dan badan, menggunakan aplikasi yang bisa dilihat di sini. 

    Pelatihan keuangan yang telah terlaksana pada tanggal 15—16 Maret 2022, via Zoom Meeting, bersama 2 narasumber, Hadi Prayitno, Ak.,CA., dan Ahmad Sofyan, serta fasilitator Paul Mario Ginting  yang juga berpengalaman di bidang keuangan organisasi, memang tidak mencapai 100 peserta. Namun, peserta yang tak pernah absen dari webinar dan pelatihan sesi 2—9, menunjukan keseriusan mereka untuk belajar dan siap beradaptasi, menyongsong masa depan yang kian penuh kompetisi dan juga kemudahan.

    Kembali ke materi di awal paragraf, laporan keuangan organisasi tidak serta-merta menjadi dasar untuk pelaporan pajak. Terlebih dahulu, harus rekonsiliasi fiskal atau bahasa mudahnya dikonversi sesuai standar akuntansi di Indonesia, menjadi laporan keuangan menurut UU pajak. 

    Yang perlu diperhatikan, apabila penerimaan organisasi banyak dari donor, hibah, wakaf, dan lainnya, atau pengeluaran lebih besar dibandingkan penerimaan, maka tidak termasuk objek pajak, karena bukan penghasilan. Jika, organisasi punya pemasukan lain, misalkan dari fundraising, harus dicermati, apakah penerimaan lebih besar daripada biaya pengeluaran. Andaikan lebih besar, berarti organisasi kita harus membayar PPh badan sesuai tarif pada pasal 17 (22% X laba fiskal). Jadi, ketika membuat laporan keuangan, kita sudah dapat memprediksi, apakah organisasi kita akan dikenakan PPh badan atau tidak. 

    Kemudian, Ahmad Sofyan, masih terkait  laporan keuangan, bercerita pengalamannya, 7 dari 10 orang keuangan yang ditemuinya tidak memahami UU pajak NGO. Dan, seorang keuangan  pun harus up-to-date. Hmm, rugi jika ada yang tidak ikut serial pelatihan ini, karena materi yang dipaparkan semuanya berdasarkan peraturan terbaru. 

    Sebelum menghitung dan menyusun laporan keuangan UU pajak, kedua narasumber memberikan pemaparan. Sebab, tidak mungkin menyusun laporan keuangan tanpa adanya pemahaman tentang undang-undang, pengertian istilah, dan lain-lain. 

    Yang seru dari serial pelatihan ini adalah ketika sesi tanya jawab. Nggak hanya tentang pajak atau keuangan, soal NPWP pun dapat dijawab oleh narasumber. Dan, pertanyaan terus bergulir, narasumber pun menceritakan kasus-kasus yang pernah ditemuinya. Selain itu, Paul Mario Ginting sebagai fasilitator, sukses memantik peserta untuk bertanya. Ia juga aktif bertanya yang menambah wawasan peserta.

    Pada akhir sesi 9, Hadi Prayitno, Ak.,CA dan Ahmad Sofyan mengucapkan apresiasi sebesar-besarnya kepada peserta  yang hadir dari awal sampai sesi akhir. Semoga   dapat menambah kemampuan para mitra dalam menyusun laporan keuangan organisasi nirlaba. 

    Serial pelatihan keuangan kali ini digagas dan dilaksanakan Program Lingkar Madani yang dikelola Yayasan Penabulu dan didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation. Tunggu, webinar dan pelatihan kami selanjutnya, ya.

  • Materi PPh 23 dan PPh Final pasal 4 ayat 2

    Dipaparkan oleh Ahmad Sofyan di Pelatihan Serial Keuangan Sesi 7 dengan topik \”Teknik Penghitungan PPh 23 Pasal 4 ayat 2\” tanggal 10 Maret 2022

  • Penyusunan, Penghitungan dan Pelaporan Pajak Pegawai dan Konsultansi (PPh 21)

    Dipaparkan oleh Ahmad Sofyan dalam Pelatihan Serial Keuangan sesi 5 dan 6 pada tanggal 8-9 Maret 2022, dengan topik \”Penyusunan, Penghitungan dan Pelaporan Pajak Pegawai dan Konsultansi (PPh 21)\”

  • Materi Pelatihan Standar Pelaporan Keuangan Organisasi Beriorientasi Non Laba sesuai ISAK 35

    Dipaparkan oleh Hadi Prayitno, Ak., CA dalam Pelatihan Serial Keuangan dan Perpajakan sesi 2-4 dengan topik \”Pelatihan Menyusun Laporan Keuangan dan SPT PPh Badan sesuai ISAK 35\” pada tanggal 22-24 Februari 2022

  • Kelas Meditasi \”Kesehatan dan Ketenangan\”

    Mitra yang terhorma,

    Semoga semua hidup berbahagia,

    Workshop \”Meditasi Kesehatan dan Ketenangan\”kembali hadir bersama Program Lingkar Madani—yang didukung The David and Lucile Packard—bekerja sama dengan Bali Usada.

    Kita akan memasuki workshop meditasi pertemuan ketujuh. Seperti yang disampaikan Bapak Martinus di pertemuan webinar sebelumnya, workshop meditasi kesehatan dan ketenangan akan berlangsung selama 8 (delapan) kali pertemuan via Zoom, setiap hari Sabtu, yang telah dimulai dari tanggal 5 Februari sampai dengan 26 Maret 2022.

    Kami berharap para Mitra Program Lingkar Madani dapat mengikuti seluruh rangkaian, agar mendapatkan hasil yang maksimal dan menerapkan keterampilan untuk menjaga kesehatan yang terbentuk dari keharmonisan antara mental, fisik, dan spiritual kita.