Author: admin

  • Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 5-6 \”Mengenal dan Merancang Infografis dengan Canva atau Piktochart\”

    Jika pelatihan kemarin, kita mempelajari aneka infografis, kali ini, Moerat Sitompul (Kepala Tempo Media Lab), pengajar serial pelatihan laporan efektif #5, memberikan gambaran infografis. Selain harus mengetahui jenis yang pas dengan cerita, infografis itu tidak harus kaku, tapi mesti leluasa. 

    Entah berapa contoh infografis yang ditampilkan Moerat pada awal pelatihan. Grafik batang, garis, dan kue—paling sering digunakan desainer—masih ada balon, peta, diagram, dan hirarki, alur, simbol, serta pohon, kutipan, dan matriks. Satu desain infografis, bisa menggunakan grafik peta, kutipan, dan simbol, misalkan, bahkan dapat ditambahkan gambar atau foto orang yang terkait konten. Permainan warna pun penting, tidak hanya untuk menonjolkan melainkan memberikan perbedaan dari data yang telah dikelola. 

    Berdasarkan pengalamannya bekerja selama 22 tahun di Tempo, hal utama yang perlu dimiliki oleh seorang desainer adalah memahami persoalan dan data yang akan diangkat pada infografis. Jika tidak, itu akan buang energi.

    Kemudian, ia membagikan tautan tentang tips dan trik membuat infografis, satu di antaranya yakni: infografis harus bercerita tentang sesuatu; sumber terpercaya; periksa silang akurasinya; pilih visualisasi yang tepat; berikan label; dan ringkas. Lebih jelasnya, bisa klik tautan ini

    Bagian kedua pelatihan, siang hari, sesi dilanjutkan dengan latihan menggunakan canva. Bagi kita yang bukan berprofesi sebagai desainer, aplikasi Canva ini sangat bermanfaat. Istilahnya, dari yang tidak bisa desain, jadi bisa. Melalui breakout room di Zoom Meeting, peserta saling bekerja sama dalam merancang infografis. 

    Keesokan harinya, evaluasi hasil kerja seperti yang dilakukan pada materi sebelumnya, pengajar memberikan ulasan dan saran. Ternyata, infografis peserta nggak kalah keren loh dengan buatan desainer. Penasaran dengan materi ini? Silakan saksikan videonya. Terima kasih Tempo Institute, terima kasih Moerat Sitompul dan peserta. Semoga materi yang kita peroleh dapat bermanfaat bagi organisasi kita.

  • Workshop #3 \”Mengukur Dampak dan Efektivitas Kampanye Sosial Digital\”

    Salam sehat dan sejahtera.

    Bagaimana mengukur dampak dan efektivitas kampanye sosial digital?

    Setelah workshop #2 Menyusun Strategi Amplifikasi Digital, Program Lingkar Madani bersama Campaign.com kembali mengajak kamu cara mengukur dampak dan efektivitas sebuah kampanye sosial digital, membuat impact reportkampanye sosial, disertai dengan contoh studi kasus.

    Yuk, bergabung
    Workshop #3
    \”Mengukur Dampak dan Efektivitas Kampanye Sosial Digital\”

    Jumat, 1 April 2022 | 08.30 – 11.00 WIB

    Segera daftar di : bit.ly/WorkshopRevolusiDigital-03

    Narasumber:
    Emilia Tiurma Savira
    Impact Measurement Enthusiast/ Critical Thinking Facilitator, Indika Foundation
    Fasilitator:
    Siti Fatimah Ayuningdyah
    Sponsorship Outreach Manager, Campaign.com
    Emilia Tiurma Savira aktif berkontribusi dalam mewujudkan kemajuan Indonesia pada segi dampak sosial, salah satunya dengan membangun pendidikan yang damai dan inklusif dengan fokus kemampuan bernalar kritis dan sosial emosional. Saat ini, Emilia banyak berperan sebagai fasilitator dan pelatih berbagai topik di ragam komunitas dan organisasi.
    Emilia mengakui bahwa dirinya seorang impact measurement enthusiast yang tentunya mengetahui sekaligus kerap membantu bagaimana melakukan pengukuran dampak pada setiap perencanaan program agar berjalan secara akuntabilitas dan berkelanjutan.
    Nah, setelah mendaftar, ada baiknya kamu juga mengikuti informasi di bawah ini
    1. Silakan mengunduh materi workshop #1 dan #2 di sini, agar kamu tidak ketinggalan semua informasi rangkaian workshop ini.
    2. Lengkapi kembali Workbook 1 kamu dan upload kembali di bit.ly/WorkingSpaceW1
    3. Lengkapi juga workbook 2 kamu dan upload di bit.ly/WorkingSpaceW2. Templat workbook 2 dapat diunduh dibit.ly/revolusidigital02.
    4. Ayo lanjutkan melengkapi Form Campaign dan Challenge kamu, templat dapat diunduh di bit.ly/CampaignLingkarMadani dan upload ke drive yang sudah disediakan di sini.
    Jika kamu mengalami kendala dari seluruh informasi tersebut, Kami menyarankan kamu untuk bergabung dalam Group Whatsapp Workshop Revolusi Digital Kampanye Sosial. Yuk bergabung di: bit.ly/WAGLingkarMadanixCampaigncom. Kamu akan dipandu secara langsung oleh tim Campaign.com terkait seluruh proses pembelajaran workshop ini.

    Serial Workshop “Revolusi Digital Kampanye Sosial” ini merupakan kerja sama Program Lingkar Madani dan Campaign.com, yang berupaya memenuhi kebutuhan para mitra untuk berkampanye  sosial di berbagai platform digital.

    Kami tunggu kehadiran teman-teman.

    Untuk informasi pelatihan atau rangkaian kegiatan Lingkar Madani lainnya, silakan menghubungi Sudarwanto via email di sudarwanto@penabulu.id atau via Whatsapp di +62 852-7200-1222

    Terima kasih dan sampai jumpa!

     

    Salam,
    Tim Lingkar Madani
  • Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 4 \”Dari Data Jadi Visual Infografis yang Menarik\”

    Yosep Suprayogi bilang, “Visual dapat meningkatkan keinginan membaca sampai 80%.” Pada dasarnya, manusia itu spesies visual, jadi senang dengan sesuatu yang lebih menarik atau menonjol dibandingkan teks. Wajar saja kalau laporan juga butuh gambar, salah satunya dalam bentuk infografis. Lantas, bagaimana mengubah data jadi informasi yang menarik dan mudah dipahami?

    Selasa pagi rasa es Shanghai, banyak isinya dan menyegarkan, begitulah serial pelatihan laporan efektif sesi keempat pada tanggal 29 Maret 2022. Sebenarnya, belajar infografis bisa dari YouTube, tapi belum tentu materi yang diberikan seperti kuliah desain, apalagi yang berhubungan dengan laporan organisasi atau penelitian. 

    Yosep, pengajar pelatihan kali ini, membahas bagaimana mengemas data dan 4 langkah infografis. Urusan data, Yosep membagi kelompok informasi ke dalam kuadran yang biasa digunakan para jurnalis, terdiri dari:  data tidak penting dan tidak menarik, tidak penting dan menarik, penting tapi tidak menarik, serta  penting dan menarik. Fungsi kuadran tersebut  memudahkan  kita memilah dari banyaknya data yang diperoleh, untuk ditampilkan pada infografis. 

    Sebelum melangkah membuat infografis, kita perlu tahu bagaimana visual bekerja secara menarik dan tidak menarik:

    1. Ketika mengubah informasi atau data menjadi visual, tetap menggunakan bahasa verba. 
    2. Harus ada judul. Usahakan judul yang “terang menderang”.  Penulisan pada judul ditonjolkan dengan warna huruf yang berbeda. Judul bisa menggunakan bahasa pelesetan, misal Kolesterol jadi KolesTelur. 
    3. Harus ada penjelasan, tidak perlu panjang. 

    Selain di atas, kita harus mengetahui ragam bentuk grafis. Jadi, nggak akan berlama-lama menentukan jenis apa yang akan digunakan.

    \"\"

    Saat siang, pengajar menunjukan bagaimana  kelebihan infografis yang bisa dipakai dalam bentuk tulisan apa pun, contohnya buku. Masih terkait data, ia mengingatkan bahwa data perlu disortir dan kita mesti memiliki kerendahan hati, tidak semua data bisa ditampilkan. 

    Berikut tahapan membuat infografis:

    1. Ide,
    2. Menetapkan angle dan outline,
    3. Menetapkan bagaimana menceritakannya,
    4. Menetapkan jenis grafis,
    5. Melengkapi elemen visual atau narasi.

    Dalam menyiapkan data, harus perhatikan apakah data yang ditampilkan menunjukan tren, peringkat, pola, perbandingan/versus; apakah dalam artikel ada proses, bagan, dan area; apakah ada narasi yang disiapkan berupa poin-poin.

    Tidak ada ilmu yang sia-sia, apa pun profesinya, semua pengetahuan bisa dipelajari dan diambil manfaatnya. Terima kasih Tempo Institute.

     

    Baca juga: Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 5-6 \”Mengenal dan Merancang Infografis dengan Canva atau Piktochart\”

  • Serial Pelatihan “Menulis Laporan Efektif” Sesi 4-6

    Mitra yang terhormat,

    Salam sejahtera,

    Serial Pelatihan Menulis Laporan Efektif memasuki pertemuan minggu kedua. Setelah belajar bagaimana menyunting tulisan, mengenal prinsip laporan efektif, dan mendalami teknik menulis ringkasan eksekutif, kali ini Pengajar dari Tempo Institute akan mengajak peserta bagaimana mengemas data dan memanfaatkan infografis.Laporan tak hanya berbentuk tulisan, tapi juga menampilkan infografis yang menarik dan informatif. Dengan demikian, laporan akan menjadi lebih mudah dipahami oleh para pembaca.

    Anda pasti tidak mau melewatkan pertemuan minggu kedua yang akan dilaksanakan pada:

    Yuk, segera daftar di bit.ly/MenulisEfektifTempo
  • Kelas Meditasi Kesehatan dan Ketenangan ke-8

    Workshop \”Meditasi Kesehatan dan Ketenangan\” kembali hadir bersama Program Lingkar Madani—yang didukung The David and Lucile Packard—bekerja sama dengan Bali Usada.

    Kita akan memasuki pertemuan kedelapan, dan merupakan pertemuan terakhir dari rangkaian Workshop Meditasi Kesehatan dan Ketenangan yang telah berlangsung sejak 5 Februari 2022.

    Workshop Meditasi Kesehatan dan Ketenangan pertemuan ke-8 akan dilaksanakan pada:
    Hari, Tanggal: Sabtu, 26 Maret 2022
    Pukul : 09.00 WIB – 11.00 WIB
    Platform: Zoom Meeting
    Instruktur: Martinus Christianto (Instruktur Senior Bali Usada)
    Anda dapat mengikuti pertemuan kedelapan ini dengan menggunakan link join meeting yang sama seperti pertemuan sebelumnya.
    Kami berharap para Mitra Program Lingkar Madani dapat mengikuti seluruh rangkaian, agar mendapatkan hasil yang maksimal dan menerapkan keterampilan untuk menjaga kesehatan yang terbentuk dari keharmonisan antara mental, fisik, dan spiritual kita.
    Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Sudarwanto via Whatsapp di +62-852-7200-1222.
    Terima kasih dan Sampai jumpa!
    Salam,
    Tim Lingkar Madani
  • Workshop #2 Revolusi Digital Kampanye Sosial \”Strategi Menyusun Amplifikasi Digital\”

    Ada kosakata “amplifikasi” pada judul pelatihan seri Revolusi Digital Kampanye Sosial Sesi Kedua. Kata tersebut mempunyai arti perluasan atau pengembangan, jika dikaitkan dengan topik, bermakna, kampanye sosial yang terjangkau luas, atau bisa dikatakan banyak dibaca atau dilihat orang. Barajiwa Anggit Sentausa, Editor KokBisa, narasumber pelatihan sesi kedua, memberikan materi bagaimana Strategi Menyusun Amplifikasi Digital, pada tanggal 25 Maret 2022 via Zoom Meeting.

    Menurut Barajiwa, kebanyakan konten edukasi yang bertebaran di media sosial itu berbentuk video. Tidak mudah membuat video, kita perlu menyusun alur, dan hal lainnya. Namun, hal itu menjadi tantangan, ditambah bagaimana memproduksi konten edukasi yang ditonton orang banyak. 

    Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengenali audiens atau persona. Sebab, setiap konten punya audiens masing-masing. Kita harus tahu tujuan atau cita-cita, kesibukan dan hobi, tontonan yang disukai, misalnya, juga kapan waktu menonton dan platform yang mereka gunakan. Dari persona tersebut, kita dapat menggali elemen-elemen untuk menentukan topik, judul, gaya penyampaian, sampai soal musik, figur yang disukai, dan durasi konten, dan sebagainya. Lalu, Barajiwa dan tim campaign.com memberikan worksheet yang perlu diisi oleh peserta. Beberapa kolom yang perlu diisi tidak hanya segmentasi, target, dan posisi, tapi juga persona tentang gender, usia, lokasi, dan pekerjaan, kebiasaan, serta kanal yang sering dipakai. 

    Langkah kedua, setelah konten dipublikasi, kita melakukan analisa, mengapa sedikit ditonton atau sebaliknya. Setiap platform mempunyai alat analisis yang bisa digunakan sebagai ukuran seberapa besar konten yang tersebut menjangkau audiens, misalnya. 

    Langkah ketiganya, bikin konten. Kunci dari konten yang berhasil adalah kekuatan cerita. Kita harus berpikir kreatif agar konten edukasi tidak membosankan, tapi justru menarik perhatian. Barajiwa bilang walaupun konten yang disampaikan edukatif, namun, perlu disampaikan secara menghibur. Contoh bikin video biologi dengan judul Kisah Duel Abadi Ayam vs Telur. Atau konten pelajaran fisika dengan judul Kisah Keajaiban Pesawat Terbang. Bagaimana menurut kamu, menarik, ‘kan? Pada bagian ini yang terpenting ialah konten harus logis. 

    Membuat storytelling yang menarik perhatian, tidak hanya menyontek dari literatur, tapi kita perlu memahami, dan rajin membaca buku, atau majalah, atau koran, bahkan postingan orang lain. Serunya, narasumber tidak pelit membagikan “rahasia” kesuksesan storytelling-nya KokBisa. Tenang saja, kamu yang tidak ikutan workshop kedua, kami akan bisikan di sini. Ssst, tahan nafas, ya. 

    Kunci menyusun storytelling, pertama, entertaining first, tahu, kan Bahasa Indonesianya? Jadi, bikin dulu orang penasaran dengan pembukaan yang menghibur atau jenaka, baru berikan edukasinya. Kedua, hindari jargon atau istilah rumit, gunakan bahasa sederhana. Kita menulis untuk dimengerti, bukan untuk terlihat pintar. Kalau mau tetap pakai jargon, kita harus menjelaskannya. Ketiga, gunakan analogi biar pesan yang ingin disampaikan semakin dipahami audiens. Keempat, berikan contohnya. Kelima, gaya bercerita atau penyampaian yang menarik, antusias, dan menggunakan perspektif kita agar pembaca merasakannya.

    Selamat mencoba, ya, teman-teman. Kalau  gagal, bikin lagi, sampai kita semua sukses mengkampanyekan program-program organisasi.

     

    Baca juga: Workshop #3 Revolusi Digital Kampanye Sosial \”Mengukur Dampak dan Efektivitas Kampanye Sosial Digital\”

  • Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 2-3 \”Prinsip Laporan Efektif dan Ringkasan Eksekutif\”

    Kahoot.it, sebuah aplikasi interaktif, membuka  pelatihan untuk mengingat materi hari kemarin. Media pembelajaran ini sebetulnya sederhana, tapi interaksi yang tercipta dan soal yang diciptakan Tim Pengajar Tempo Institute, merangsang peserta melihat kemampuan diri tentang kalimat efektif dan menyunting tulisan. 

    Pada hari kedua, Serial Pelatihan Laporan Efektif, Sesi Kedua, bersama dua narasumber yang terbagi lagi menjadi dua materi, yakni, pertama, Prinsip Laporan Efektif dengan pengajar Philipus Parera, yang dimulai pukul 9 sampai 12 siang, dan kedua, Teknik Menulis Ringkasan Efektif, Yandhie Arvian, 13.00—15.00 WIB. 

    Selain laporan harus mudah dipahami dan menggunakan tata bahasa Indonesia yang baik, kita juga harus tahu sasaran pembaca, penggunaan informasi yang tepat, gaya laporan, dan berpikir impak yang akan diperoleh. Menurut Philipus, laporan efektif itu menyampaikan permasalahan yang bisa dimengerti oleh pembaca, sama halnya dengan penggunaan data atau informasi. Judul, ringkasan eksekutif, dan pendahuluan pun harus selaras. 

    Kemudian, ia menjelaskan bahwa judul laporan mempunyai peran besar. Maka, sebuah judul perlu menggambarkan masalah yang dihadapi atau dapat menyampaikan pesan utama. Philipus memberikan contoh-contoh judul yang dapat mudah ‘ditangkap’ pembaca dan yang tidak. 

    Pembahasan selanjutnya tentang “ringkasan eksekutif” yang terdapat pada laporan, sebelum bab pertama. Ringkasan eksekutif adalah pernyataan singkat mengenai persoalan yang dibahas, mengapa penting, serta gambaran mengenai kesimpulan dan rekomendasi. 

    Lantas, Philipus membeberkan Tiga Prinsip Laporan Efektif, yaitu: TemSetiap bagian harus terkait logis dengan tujuan atau pertanyaan laporan (judul, ringkasan eksekutif, isi, dan penutup),

    1. Pastikan pembaca yang sibuk, dapat memahami dengan mudah dan cepat (penggunaan kalimat deduktif dan efisien, dan mengenal audiens).
    2. Gunakan sebanyak mungkin bantuan untuk memudahkan pembaca, seperti infografis, foto, dan desain. 

    “Ketika kita meneliti, kita menulis, dan kita berpikir seperti pembaca,” pesan Philipus kepada peserta, sebelum memberikan latihan soal. 

    Siang harinya, materi dibawakan oleh Yandhie Arvian. Peserta mendapatkan latihan soal kembali. Kali ini, waktu yang diberikan cukup 5 menit. Peserta diminta membuat satu kalimat yang mencakup permasalahan atau pesan yang ingin disampaikan dan mengapa penting. 

    Pembahasan selanjutnya, ia mencerahkan peserta perihal betapa pentingnya angle tulisan dan kesalahan penulisan yang sering kali terjadi. 

    Pada hari ketiga (sesi 3), 24 Maret 2022, delapan hasil tulisan dari peserta yang telah masuk, disortir, lalu ditampilkan dan diulas oleh Philipus sehingga peserta dapat mempelajari bagian yang tepat dan tidak tepat.

    Baca juga: Workshop Menulis Laporan Efektif Sesi 4 \”Dari Data Jadi Visual Infografis yang Menarik\”

  • Workshop #2 \”Menyusun Strategi Amplifikasi Digital\”

    Apa itu strategi amplifikasi digital untuk kampanye sosial? 

    Setelah workshop #1 Mengangkat Isu Keberlanjutan di Era Digital, untuk mensukseskan kampanye isu sosial organisasi, kami akan mengajak kamu memahami makna dan strategi  “amplifikasi”, serta membuat konten kampanye, termasuk storytelling yang memikat.

    Yuk, bergabung
    Workshop #2: Menyusun Strategi Amplifikasi Digital
    Jumat, 25 Maret 2022 | 08.30 – 11.00 WIB 

    Narasumber:
    Barajiwa Anggit Sentausa, Editor KokBisa

    Fasilitator: 

    Intan Siagian, Program Officer Campaign.com
    Laras Sabila, Communication Manager Campaign.com

    Silakan Registrasi:
    bit.ly/WorkshopRevolusiDigital-02

    Barajiwa Anggit Sentausa berpengalaman membuat strategi dan konten kampanye sosial yang banyak dilihat jutaan orang. KokBisa, di mana ia bekerja sebagai editorial, telah memproduksi ribuan konten edukasi yang menarik dan seru.  Ia akan mengajak kita semua mempunyai timeline internet yang bikin kamu dan audiens bertambah pintar setiap harinya. 

    Serial Pelatihan “Revolusi Digital Kampanye Sosial” ini merupakan kerja sama Program Lingkar Madani dan Campaign com, yang berupaya memenuhi kebutuhan para mitra untuk berkampanye  sosial di berbagai platform digital. 

    Kami tunggu kehadiran teman-teman. 

    Untuk informasi pelatihan atau rangkaian kegiatan Lingkar Madani lainnya, silakan menghubungi Sudarwanto via email di sudarwanto@penabulu.id atau Whatsapp +62 852-7200-1222.

    Terima kasih dan Sampai Jumpa. 

     

    Salam,
    Tim Program LIngkar Madani

  • Online Presence for NGO

    Dipaparkan oleh Sugeng Wibowo pada Pelatihan \”Online Presence for NGO\”, 21 Maret 2022

  • Create Sustainable Campaign

    Dipaparkan oleh Juris Bramantyo pada Workshop #1 Revolusi Digital Kampanye Sosial dengan topik \”Mengangkat Isu Keberlanjutan di Era Digital\”, 18 Maret 2022