Blog

  • Material Kiat Menulis

    Pelatihan diberikan oleh Arief Aziz yang merupakan salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org Indonesia. Change.org adalah sebuah perusahaan sosial dan platform digital yang memfasilitasi individu dan organisasi untuk memulai, memobilisasi, dan memenangkan kampanye sosial melalui petisi online.

    Rangkaian kegiatan bersama Change.org ini diharapkan dapat membangun kapasitas para Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)—khususnya para mitra The David and Lucile Packard Foundation—dalam mengimplementasikan kampanye dan petisi secara daring dengan cara memperkenalkan beragam pendekatan dan framework, sekaligus mengembangkan kemampuan OMS menulis untuk menunjang perubahan sosial yang dituju.

    Pelatihan bersama Mas Arief merupakan kelanjutan dari Pelatihan “Membangun Strategi Kampanye lewat Petisi Daring” pada hari Jumat, 16 Juli 2021 pukul 14.00-16.00 WIB

  • Kiat Menulis Untuk Perubahan Sosial

    Pada 23 Juli 2021, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan virtual “Kiat Menulis untuk Perubahan Sosial” sebagai. Dalam pelatihan ini Arief Aziz (salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org Indonesia), selaku trainer, menjelaskan komponen penting terkait menulis untuk perubahan sosial, disertai studi kasus dan simulasi menulis.

    Disampaikan bahwa terdapat enam komponen penting dalam menulis untuk perubahan sosial. Pertama adalah JUDUL, dalam sebuah artikel atau subjek e-mail, disarankan untuk membuat judul yang membuat calon pembaca penasaran untuk membuka artikel atau undangan tersebut.

    Setelah judul, ada LEDE, yaitu kalimat pembuka sebuah tulisan, yang sebaiknya dibuat menohok agar pembaca tertarik untuk meneruskan membaca tulisan atau malah menutup browser. Tanpa LEDE yang menarik, kita bisa saja kehilangan separuh potensi audience.

    Ketiga, memberikan PERSONAL STORY. Dengannya, audience akan merasa lebih terhubung untuk mendukung atau membuat perubahan atas situasi yang sedang dianggap sebagai masalah. PERSONAL STORY memberikan sense of emotion kepada pembaca untuk kemudian tergugah dan memberikan dukungan terhadap perubahan.

    Komponen keempat adalah CRISIS atau masalah. Dalam menyampaikan pesan perubahan, penulis mesti menempatkan diri sebagai orang awam yang belum pernah terpapar isu tersebut. Perlu diingat, tujuan dari membuat tulisan melalui petisi adalah memperoleh dukungan dari masyarakat seluas-luasnya. Maka, tulisan sebaiknya dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang. CRISIS juga akan lebih baik bila dilengkapi dengan data-data terkait kasus yang sedang dibahas dalam tulisan. Setiap masalah memiliki berbagai angle dan dalam menjabarkan CRISIS, penulis bisa memilih satu angle. Misalnya, dari sudut pandang pihak yang dirugikan atau sudut pandang objek kasus dengan metode personifikasi.

    Komponen kelima adalah SOLUSI. Setelah menjabarkan CRISIS dengan satu angle yang konsisten, maka penulis mesti menawarkan SOLUSI terkait permasalahan tersebut. Menceritakan CRISIS dengan satu angle dapat mempermudah penulis memberikan suatu SOLUSI yang konkrit. Terakhir adalah AJAKAN (call to action). Bentuk AJAKAN bisa berupa aksi tertentu, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bisa juga ajakan untuk menandatangani dan menyebarkan petisi.

    Durasi training yang compact dan suasana pelatihan yang interaktif membuat 32 peserta yang hadir mampu secara konsisten mengikutinya dengan intens dari awal hingga selesai.

  • KIAT MENULIS UNTUK PERUBAHAN SOSIAL

    Pada 23 Juli 2021, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan virtual “Kiat Menulis untuk Perubahan Sosial” sebagai. Dalam pelatihan ini Arief Aziz (salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org Indonesia), selaku trainer, menjelaskan komponen penting terkait menulis untuk perubahan sosial, disertai studi kasus dan simulasi menulis.

    Disampaikan bahwa terdapat enam komponen penting dalam menulis untuk perubahan sosial. Pertama adalah JUDUL, dalam sebuah artikel atau subjek e-mail, disarankan untuk membuat judul yang membuat calon pembaca penasaran untuk membuka artikel atau undangan tersebut.

    Setelah judul, ada LEDE, yaitu kalimat pembuka sebuah tulisan, yang sebaiknya dibuat menohok agar pembaca tertarik untuk meneruskan membaca tulisan atau malah menutup browser. Tanpa LEDE yang menarik, kita bisa saja kehilangan separuh potensi audience.

    Ketiga, memberikan PERSONAL STORY. Dengannya, audience akan merasa lebih terhubung untuk mendukung atau membuat perubahan atas situasi yang sedang dianggap sebagai masalah. PERSONAL STORY memberikan sense of emotion kepada pembaca untuk kemudian tergugah dan memberikan dukungan terhadap perubahan.

    Komponen keempat adalah CRISIS atau masalah. Dalam menyampaikan pesan perubahan, penulis mesti menempatkan diri sebagai orang awam yang belum pernah terpapar isu tersebut. Perlu diingat, tujuan dari membuat tulisan melalui petisi adalah memperoleh dukungan dari masyarakat seluas-luasnya. Maka, tulisan sebaiknya dibuat dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua orang. CRISIS juga akan lebih baik bila dilengkapi dengan data-data terkait kasus yang sedang dibahas dalam tulisan. Setiap masalah memiliki berbagai angle dan dalam menjabarkan CRISIS, penulis bisa memilih satu angle. Misalnya, dari sudut pandang pihak yang dirugikan atau sudut pandang objek kasus dengan metode personifikasi.

    Komponen kelima adalah SOLUSI. Setelah menjabarkan CRISIS dengan satu angle yang konsisten, maka penulis mesti menawarkan SOLUSI terkait permasalahan tersebut. Menceritakan CRISIS dengan satu angle dapat mempermudah penulis memberikan suatu SOLUSI yang konkrit. Terakhir adalah AJAKAN (call to action). Bentuk AJAKAN bisa berupa aksi tertentu, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan bisa juga ajakan untuk menandatangani dan menyebarkan petisi.

    Durasi training yang compact dan suasana pelatihan yang interaktif membuat 32 peserta yang hadir mampu secara konsisten mengikutinya dengan intens dari awal hingga selesai.

  • Agenda Klinik Bersama Kiswara Santi, JULI 2021

    Dalam upaya membantu proses peningkatan kapasitas dan efektivitas organisasi, Lingkar Madani memfasilitasi kegiatan pelatihan privat (one-on-one) dengan mentor terpilih. Pelatihan privat tersebut diadakan untuk memberikan pengetahuan teknis yang lebih mendalam dan aplikatif.

    Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) mitra The David and Lucile Packard Foundation (Packard).

    Di bulan Juli ini, Tim Lingkar Madani menyediakan beberapa jadwal Klinik sebagai berikut:
    • Rabu, 21 Juli 2021 | 09:00-10:00 WIB
    • Rabu, 21 Juli 2021 | 10:00-11:00 WIB
    • Jumat, 23 Juli 2021 | 13:00-14:00 WIB
    • Jumat, 23 Juli 2021 | 14:00-15:00 WIB
    • Rabu, 28 Juli 2021 | 09:00-10:00 WIB
    • Rabu, 28 Juli 2021 | 10:00-11:00 WIB
    • Jumat, 30 Juli 2021 | 13:00-14:00 WIB
    • Jumat, 30 Juli 2021 | 14:00-15:00 WIB

     

    Jadwal di atas merupakan jadwal KLINIK bersama Kiswara Santi.  Beliau adalah seorang konseptor sekaligus praktisi OMS. Beliau memiliki pengalaman kerja di OMS lokal, internasional dan lembaga donor selama lebih dari 20 tahun. Mbak Kiswara menguasai berbagai tema terkait keberlangsungan organisasi, merancang strategi adaptasi, menjalankan sistem kerja digital maupun hybrid. Dalam kerangka program Lingkar Madani secara khusus, OMS bisa berkonsultasi untuk mendapatkan kiat-kiat agar organisasi tetap dapat melakukan lobi, advokasi serta pendampingan, meski di masa pandemi.
    Untuk mengikuti salah satu dari slot Klinik di atas, Anda dapat langsung memilih dan mendaftarkan diri untuk slot-slot yang tersedia. Setiap OMS mitra Packard dapat mengikuti satu sesi (saja) dari setiap mentor yang tersedia. Pendaftaran dilakukan dengan sistem “siapa cepat dia dapat” (first-come-first-serve) dan semua sesi pertemuan ini bersifat rahasia, khusus untuk OMS Anda

     

    Jika organisasi Anda membutuhkan pelatihan privat dalam bentuk Konsultasi maupun Coaching, silakan layangkan permintaan Anda ke coaching.dlpf@penabulu.id dengan tajuk (subyek): “PERMINTAAN >> [Nama Organisasi]”. Di dalam e-mail tersebut, harap cantumkan beberapa detail berikut ini:

    • Topik/isu apa yang menghambat kerja organisasi Anda, beserta penjelasan singkatnya
    • Nama mentor yang Anda idamkan (jika ada)
    • Narahubung organisasi Anda (nama lengkap, alamat email, dan nomor telepon yang bisa dihubungi)

     

    Untuk keterangan lain mengenai berbagai kesempatan pelatihan privat, Anda juga dapat menghubungi Rukita Widodo via email di coaching.dlpf@penabulu.id, atau via Whatsapp di 0812-9524-6650.
  • Pelatihan “Komunikasi Kerja Tim di Masa Pandemi”

    Pelatihan ini merupakan lanjutan dari kegiatan pelatihan virtual dengan tema Kepemimpinan dan Kemandirian pada tanggal 30 Maret 2021 dan 28 Juli 2021 yang lalu.

    Bekerjasama dengan I\’m On My Way, pelatihan ini diadakan untuk mendukung para jajaran pemimpin dalam sebuah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dalam menghadapi situasi ketidakpastian akibat pandemi, sambil terus mengembangkan pendekatan baru dalam kerja organisasi sebagai bentuk adaptasi, baik selama pandemi maupun pasca-pandemi nantinya.

    Pelatihan akan diberikan oleh Ali Zaenal Abidin, seorang konsultan, coach dan fasilitator yang berpengalaman memfasilitasi individu maupun organisasi dalam menemukan dan menginternalisasi budaya organisasi yang dapat diterapkan sehari-hari.

    Rangkaian pelatihan bersama Pak Ali ini diharapkan mampu memperkuat kemampuan para pemimpin OMS dalam membangun dan menerapkan budaya organisasi yang sehat dalam sistem kerja organisasi, serta menjaga dan mengelola komunikasi tim kerja yang adaptif dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19.

  • Material Kampanye Online

    Pelatihan diberikan oleh Arief Aziz yang merupakan salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org IndonesiaChange.org adalah sebuah perusahaan sosial dan platform digital yang memfasilitasi individu dan organisasi untuk memulai, memobilisasi, dan memenangkan kampanye sosial melalui petisi online.

    Rangkaian kegiatan bersama Change.org ini diharapkan dapat membangun kapasitas para Organisasi Masyarakat Sipil (OMS)—khususnya para mitra The David and Lucile Packard Foundation—dalam mengimplementasikan kampanye dan petisi secara daring dengan cara memperkenalkan beragam pendekatan dan framework, sekaligus mengembangkan kemampuan OMS menulis untuk menunjang perubahan sosial yang dituju.

    Pelatihan bersama Mas Arief ini akan dilanjutkan dengan Pelatihan “Kiat Menulis untuk Perubahan Sosial” pada hari Jumat, 23 Juli 2021 pukul 14.00-16.00 WIB

  • Membangun Strategi Kampanye lewat Petisi Daring

    Sebagai bagian dari seri pelatihan Kampanye Digital, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan dengan judul “Membangun Strategi Kampanye Lewat Petisi Daring”. Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) membangun inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan model advokasi kampanye digital yang efektif, yaitu melalui petisi. Pelatihan ini diberikan oleh Arief Aziz, salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan sosial dan platform digital untuk memfasilitasi individu dan organisasi dalam memulai, memobilisasi dan memenangkan kampanye sosial melalui petisi. Dihadiri 32 peserta yang konsisten hingga akhir, pelatihan berjalan interaktif antara peserta dan pelatih.

    Pelatihan dibuka dengan sesi ice breaking untuk menghidupkan suasana cair dan interaktif antar peserta. Materi dimulai dengan pengalaman dan cerita menarik dari Change.org dalam melakukan advokasi di isu sosial. Salah satunya adalah cerita tentang seorang tunanetra, Trian Erlangga, yang hendak membuka rekening namun tidak dapat pelayanan dari bank dikarenakan disabilitasnya.

    Dari cerita tersebut dijelaskan bahwa dalam mendorong perubahan melalui petisi, setidaknya terdapat empat hal penting yang harus diidentifikasi, yakni: (1) gejala yang tampak di masyarakat; (2) bagaimana pola dan trend terkait gejala tersebut; (3) struktur penyebab; dan (4) paradigma yang muncul terkait isu tersebut. Setelah melakukan pemetaan ini, selanjutnya peserta diperkuat pemahamannya untuk dapat memberikan tuntutan spesifik kepada pihak yang tepat sasaran, sehingga kampanye yang dilakukan melalui petisi bisa menjadi efektif beserta penjelasan bahwa semakin konkrit tuntutan maka semakin baik dampak yang dihasilkan.

    Beberapa faktor penting dalam keberhasilan petisi adalah memanfaatkan tokoh penentu, pemetaan aktor (stakeholder mapping) dan pemanfaatan momentum melalui perayaan hari-hari tertentu, atau bersamaan dengan terjadinya sebuah kasus tertentu. Dari pengalaman Change.org memanfaatkan momentum, hal ini terbukti dapat memberikan selisih suara/tanda tangan yang cukup besar, hingga mencapai ribuan tanda tangan. Disampaikan pula bahwa tidak perlu sempurna dalam membangun narasi dan tujuan. Tetapi ketika ada momentum, maka disarankan untuk segera membuat dan menyebarkan petisi. Narasi cerita dan tujuan bisa selalu direvisi seiring berjalannya waktu.

    Selain pemaparan materi, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi lewat studi kasus terkait isu kampanye yang sedang dilakukannya. Para peserta sangat antusias terhadap materi pelatihan ini dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan sangat interaktif.

  • MEMBANGUN STRATEGI KAMPANYE LEWAT PETISI DARING

    Sebagai bagian dari seri pelatihan Kampanye Digital, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan dengan judul “Membangun Strategi Kampanye Lewat Petisi Daring”. Pelatihan ini bertujuan untuk mendorong Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) membangun inovasi dan kreativitas untuk mengembangkan model advokasi kampanye digital yang efektif, yaitu melalui petisi. Pelatihan ini diberikan oleh Arief Aziz, salah satu pendiri dan Country Director dari Change.org Indonesia yang merupakan sebuah perusahaan sosial dan platform digital untuk memfasilitasi individu dan organisasi dalam memulai, memobilisasi dan memenangkan kampanye sosial melalui petisi. Dihadiri 32 peserta yang konsisten hingga akhir, pelatihan berjalan interaktif antara peserta dan pelatih.

    Pelatihan dibuka dengan sesi ice breaking untuk menghidupkan suasana cair dan interaktif antar peserta. Materi dimulai dengan pengalaman dan cerita menarik dari Change.org dalam melakukan advokasi di isu sosial. Salah satunya adalah cerita tentang seorang tunanetra, Trian Erlangga, yang hendak membuka rekening namun tidak dapat pelayanan dari bank dikarenakan disabilitasnya.

    Dari cerita tersebut dijelaskan bahwa dalam mendorong perubahan melalui petisi, setidaknya terdapat empat hal penting yang harus diidentifikasi, yakni: (1) gejala yang tampak di masyarakat; (2) bagaimana pola dan trend terkait gejala tersebut; (3) struktur penyebab; dan (4) paradigma yang muncul terkait isu tersebut. Setelah melakukan pemetaan ini, selanjutnya peserta diperkuat pemahamannya untuk dapat memberikan tuntutan spesifik kepada pihak yang tepat sasaran, sehingga kampanye yang dilakukan melalui petisi bisa menjadi efektif beserta penjelasan bahwa semakin konkrit tuntutan maka semakin baik dampak yang dihasilkan.

    Beberapa faktor penting dalam keberhasilan petisi adalah memanfaatkan tokoh penentu, pemetaan aktor (stakeholder mapping) dan pemanfaatan momentum melalui perayaan hari-hari tertentu, atau bersamaan dengan terjadinya sebuah kasus tertentu. Dari pengalaman Change.org memanfaatkan momentum, hal ini terbukti dapat memberikan selisih suara/tanda tangan yang cukup besar, hingga mencapai ribuan tanda tangan. Disampaikan pula bahwa tidak perlu sempurna dalam membangun narasi dan tujuan. Tetapi ketika ada momentum, maka disarankan untuk segera membuat dan menyebarkan petisi. Narasi cerita dan tujuan bisa selalu direvisi seiring berjalannya waktu.

    Selain pemaparan materi, peserta juga diberi kesempatan untuk melakukan simulasi lewat studi kasus terkait isu kampanye yang sedang dilakukannya. Para peserta sangat antusias terhadap materi pelatihan ini dengan sesi tanya jawab yang berlangsung dengan sangat interaktif.

  • Material \”Fasilitasi Interaktif dan Inovasi Melalui Miro\”

    Material pelatihan ini diperuntukan bagi mitra The David & Lucile Packard Foundation dalam program Lingkarmadani. Dipaparkan oleh Ester Margaretha dan Chairunnisa dari Sarawasti pada 17 Juni 2021.

  • Material \”Utilize Scientific Factor for Team\’s Commitment\”

    Material pelatihan ini diperuntukan bagi mitra The David & Lucile Packard Foundation dalam program Lingkarmadani.