Author: admin

  • Memahami Lanskap Media Sosial dan Pemasaran Melibatkan Influencer dan Komunitas

    Pada Rabu pagi yang bersiul, kata “tujuan” menjadi kunci dalam memulai setiap kegiatan. Akankah harimu terus cerah dari pagi sampai malam, atau berantakan karena organisasi kamu belum mengetahui tujuan komunikasi kampanyemu. Dyah Ayu Arini, satu dari pembicara pelatihan kali ini mengatakan tujuan dari komunikasi bukan hanya tentang meningkatkan kesadaran atau edukasi, tapi bisa juga provokasi.

    Setelah tujuan, penting untuk mengenal audiens, apakah pelajar sekolah, orang kantoran, atau Ibu rumah tangga. Kamu dapat melihat platform media sosial apa yang mereka gunakan, TikTok, YouTube, Instagram, atau Facebook?

    Memahami Lanskap Media Sosial

    Masing-masing platform media sosial mempunyai format dan fitur yang berbeda. Dari sini, kamu akan mengetahui cara kelola dan mengukur jangkauan, seperti reach dan engagement.

    Yang dimaksud dengan “reach” adalah jumlah audiens yang melihat konten, entah itu follower kamu atau non-follower. Ukuran reach tidak hanya dihitung dari audiens yang melihat konten di platform yang kamu gunakan. Ketika kamu atau orang lain membagikan konten tersebut di platform lain, berarti jangkauannya bertambah.

    Ketika konten kamu banyak yang like, saved, atau dikomentari, di situlah engagement (interaksi) terjadi, dan akan terbaca oleh algoritma. Lalu, algoritma akan menaikkan konten kamu agar semakin luas reach dan engagement-nya.

    Bagaimana konten meraih reach dan engagement sesuai dengan target kampanyemu?

    Influencer, Key Opinion Leader, dan Community

    Pada bagian ini, Dyah Ayu Arini menyerahkan tongkat estafet kepada Inezka Ramadhani. Selanjutnya, Inez menjelaskan bahwa dalam berkampanye butuh “orang ketiga”. Siapa saja orang ketiga tersebut? Mereka adalah influencer, key opinion leader (KOL), dan community. Mereka inilah yang perlu kamu ajak kolaborasi atau kerja sama, karena mereka dapat meningkatkan reach dan engagement kampanye kamu. Tapi, kamu harus mengenal mereka dulu. Sebab, tidak semua kampanye harus mengajak mereka, bisa komunitas saja, atau KOL dengan komunitas, tergantung kampanye yang dilaksanakan.

    Agar peserta mudah memahami, Inez menampilkan 3 foto, yakni Rad Supersonic, Mira Lesmana, dan Iqbal Ramadhan. Menurut kamu mana yang komunitas, influencer, dan KOL?

    Mira Lesmana itu KOL karena dia seorang filmmaker, berbeda dengan Iqbal Ramadhan. Dia seorang artis, karena dia mem-posting konten yang hanya dia sukai, berarti kamu bisa mengajaknya sebagai influencer untuk mensukseskan kampanyemu. Sedangkan, Rad Supersonic adalah kumpulan orang-orang pemain sepatu roda. Saat perencanaan kampanye, kamu bisa mencari komunitas yang sesuai di sosial media.

    Udah begini saja yang harus kamu ketahui tentang influencer, KOL, dan community?

    Tentu saja tidak. Tonton video rekaman pelatihan “Memahami Lanskap Media dan Pemasaran Influencer dan Community” yang telah digelar tanggal 22 Juni 2022, pada pagi yang menuntut “tujuan”.

  • Seri Digital Learning: Pelatihan Data Visualisation bersama Saraswati

    \”Data itu bikin bosan\”

    Kita akan selalu diperhadapkan dengan pernyataan ini. Nah, tahukah kamu, jika data itu bisa dibikin menarik dan gak ngebosenin pembaca.

    Bagaimana caranya?

    Jangan khawatir, selama kamu memiliki ketertarikan dalam mengutak-atik data, tapi bingung cara visualisasi yang analitis dan menarik, tanpa harus hebat desain.

    Sesi pelatihan kali ini tepat untuk kamu!

    SERI DIGITAL LEARNING: PELATIHAN DATA VISUALISATION
    Jumat, 24 Juni 2022 | 13.00–16.00 WIB

    Segera daftar di: bit.ly/LM-DataVisualisation

    Pembicara:
    Melita Oktanawati (Assistant Project Manager, Saraswati)
    Melita mempunyai keterampilan komunikasi/ public speaking, termasuk virtual public speaking dan manajemen yang andal dengan pengalaman praktis terkait digital storytelling, event organiser, dan manajemen relawan untuk berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, workshop, dan kompetisi daring. Saat ini Lita memegang salah satu kampanye digital yang memberdayakan relawan dan juga menjadi Presiden salah satu International Public Speaking Club yang ada di Bali.

    Ester Margaretha (Associate, Saraswati)
    Ester memiliki pengalaman 7+ tahun kombinasi mulai dari manajemen proyek, event organising, hingga analisis data media. Ester terbiasa dengan berbagai presentasi proyek, konsultasi riset, hingga manajemen kegiatan virtual. Ester merupakan fasilitator dan coach dalam Serial Pembelajaran Digital 1 Lingkar Madani pada 2021.

  • Keamanan dan Kebersihan Digital

    Serangan digital tak hanya menyerang platform media sosial, seperti Instagram, Facebook, Twitter, atau website, tapi juga komunikasi digital seperti e-Mail, WhatsApp, SMS, bahkan kini merambah Zoom meeting. Bentuk serangannya pun bermacam-macam, sebagian sering terdengar, sebagian lagi baru. Minim wawasan dan sering meremehkan merupakan satu dari faktor akun kebobolan. Biar ‘serangan fajar’ tidak menghampiri kamu, yuk, kenali jenis serangan, hak dan pelanggaran hak digital, dan strategi pertahanan keamanan digital.

    Anton Muhajir, pelatih keamanan digital SAFEnet, mengatakan ada 3 pilar yang berhubungan, yaitu manusia, teknologi, dan kebijakan. Hal paling penting dari ketiga itu adalah aspek manusia. Maksudnya sebagai manusia bagaimana mengoptimalkan teknologi sebagai keamanan kita.

    Hak-hak Digital dan Pelanggaran Hak Digital

    Pada hari pertama pelatihan Dasar-dasar Keamanan dan Kebersihan Digital, Senin, 20 Juni 2022, SAFEnet melalui Anton, memfokuskan peserta mengenal dasar-dasar keamanan. Tak ketinggalan soal hak-hak dan pelanggaran digital, serta jenis serangan.

    Anton menyampaikan sebagai Warga Negara Indonesia, masyarakat harus mengenal dan mendapatkan hak-hak digital yang semakin ke sini makin relevan. Yang terdiri dari: hak mendapatkan keamanan digital, kebebasan berekspresi, dan akses internet.

    Jika pemerintah belum bisa memberikan akses, infrastruktur, ataupun konten kepada masyarakat, maka dikatakan pemerintah melakukan pelanggaran hak digital. Kalau pelanggaran dibiarkan, itu akan menjadi tren. Pembatasan akses dan ekspresi itu juga pelanggaran. Konten mesra kamu dengan pasangan, apabila kamu publikasikan tanpa seijin dari si dia, itu juga termasuk pelanggaran.

    Indonesia sudah mempunyai polisi virtual atau polisi cyber yang benar-benar melakukan patroli yang tidak jarang membuat orang takut berekspresi.

    Apa saja jenis serangan digital itu?

    Ada dua macam serangan, yaitu serangan halus (soft atau psychology attack) dan serangan kasar (heart attack). Apa bedanya?

    Serangan kasar itu menggunakan teknologi yang canggih dan cenderung acak. Contohnya, menginterupsi di tengah percakapan atau komunikasi sehingga mengalami down. Pun, hal yang lazim, serangan ini bertujuan politik dan ekonomi. Misalkan, saat menginstal aplikasi, tiba-tiba semua file tidak bisa diakses. Kemudian pelaku minta bayaran dengan menawarkan file bisa diakses kembali oleh si korban. Banyak hal yang makin tidak disadari, akan semakin berbahaya—tanpa sadar, si pelaku sudah lama memata-matai aktivitas internet.

    Contoh kasus lain, phishing, yakni memancing orang membuka tautan (malware), file, aplikasi, dan lain yang semacam. Penyadapan komunikasi juga termasuk serangan kasar. Penyadapan sering dilakukan dengan memberikan wifi palsu, selesai memasukan kata sandi, pelaku sudah menguasai platform korban. Yang juga sering terjadi yaitu peretasan, penguasaan atau bahkan pengambilalihan aset digital.

    Kamu perlu juga tahu nih, serangan kasar di bawah ini:

    • DDoS Attack : membanjiri peladen target dengan bot sehingga tidak bisa diakses. Tiba-tiba website dibanjiri bot.
    • Robocal : panggilan dari nomor yang tidak dikenal yang dilakukan berulang-ulang. Terjadi pada saat seorang menjadi narasumber daring, saat memandu diskusi.
    • SMS Masking : pengiriman pesan atas nama target serangan. Berpura-pura sms dengan menggunakan nama atau lembaga.

    Serangan halus sendiri biasanya menargetkan orang dan lebih ke psikologis. Yang juga tren tujuannya itu adalah menyerang kredibilitas, memfitnah, dan merusak konsentrasi.

    Contoh serangan halus:

    • Doxing : merusak kredibilitas seseorang dengan mengungkapkan data-data pribadi seseorang.
    • Trolling : penyerbuan membabi buta pada unggahan target serangan demoralisasi atau mengacaukan situasi.
    • Impersonasi : pembuatan akun tiruan target serangan yang mengunggah hal-hal yang bertentangan dengan kampanye atau sikap si korban
    • Kriminalisasi : pemidanaan terhadap target serangan untuk menekan atau meneror.

    Strategi Aman Digital

    Lantas, bagaimana mencegah serangan-serangan seperti di atas? Katanya harus bersih-bersih, itu maksud dan caranya? Nantikan video rekaman pelatihan di lingkarmadani.org

  • Measuring What Matters in Communications

    Dipaparkan oleh Felicia Nugroho (Director of Monitoring & Analytic, Maverick) dan Juan Liongnardo (Senior Analyst, Maverick) pada pelatihan kedua Seri Kunci Sukses Kampanye Digital dengan topik \”Pengenalan Terhadap Pengukuran dan Evaluasi Kampanye Berdasarkan Panduan AMEC\”, Kamis, 16 Juni 2022.

  • Pelatihan \”Memahami Lanskap Media Sosial dan Pemasaran Influencer dan Komunitas\”

    #JuniTambahMahir #TambahAwetMuda

    Kampanye yang berhasil itu membutuhkan wawasan dan skill. Dalam berkampanye, di bidang apa pun, faktor keberhasilan kampanye juga ditentukan oleh peran influencer dan komunitas. Sebagai organisasi, kamu perlu mengenal dan memahami strategi pemasaran kampanye digital yang menyertakan influencer dan komunitas.

    Pelatihan ini tepat buat kamu, diselenggarakan menyesuaikan kebutuhan organisasi. Kamu akan mempelajari :

    • Memilih platform media sosial yang tepat;
    • Mengenal influencer dankomunitas;
    • Stategi kampanye bersama influencer dan komunitas

    Catat jadwalnya: Rabu, 22 Juni 2022, pukul 10.00–12.00 WIB
    Daftar di: bit.ly/LM-MedsosEfektif

    Pembicara:
    Inezka Ramadhani – Associate, Community, Maverick
    Inezka mengepalai fungsi bisnis Komunitas di Maverick yang bertugas untuk meneliti, menganalisa, sosialisasi dan menjaga hubungan dengan Key Opinion Leaders dan Influencers masa kini.

    Dyah Ayu Arini – Consultant, Maverick
    Dyah memiliki keahlian dalam Marketing Communication, selain bekerja sama dengan berbagai brand perusahaan besar di Indonesia, Dyah juga mengelola fungsi Maverick dalam hal komunitas KOL dan komunitas media.

  • Pelatihan \”Dasar-dasar Keamanan dan Kebersihan Digital\” bersama SAFEnet

    #JuniTambahMahir #TambahAwetMuda

    Kita sering kali merasa “aman”, platform media organisasi atau personal tidak bakal dikontrol/ambil alih oleh hacker. Setelah kejadian, baru kita menyesal dan gemas, mengapa tidak sejak dini menerapkan keamanan digital.

    Minimnya kewaspadaan berdampak tak hanya organisasi, tapi juga kehidupan personal. Bayangkan kecemasan yang terjadi, dan ini  bisa menjalar pada kesehatan fisik, hubungan dengan keluarga dan rekan kerja.  Kehidupan personal rentan berdampak pada rencana kerja, target organisasi, akses masyarakat yang terhambat, bahkan kerugian finansial. Ini semua karena kurangnya kesadaran kita.

    Pengaturan keamanan bisa dilakukan oleh kita sendiri. Pada pelatihan ini, kita akan mempelajari: hak-hak digital, jenis-jenis serangan digital, strategi  & prinsip keamanan digital.

    Mari keluar dari zona aman yang tidak tepat,
    bangun kenyamanan yang hakiki.
    Ikuti pelatihan Seri Peningkatan Kapasitas Keamanan Digital bagi OMS
    PELATIHAN DASAR-DASAR KEAMANAN & KEBERSIHAN DIGITAL
    Senin-Selasa, 20–21 Juni 2022 | 14.00–16.00 WIB

    Pembicara:
    Abul Hasan Banimal (Ketua Divisi Keamanan Digital, SAFEnet)
    Anton Muhajir (Sekretaris, Digital Security Trainer, SAFEnet)

    Isi juga surve pra-pelatihan:

  • Pengukuran Kinerja Kampanye Berdasarkan Prinsip Internasional

    Cara lama mengukur kinerja kampanye harus ditinggalkan. Kini, ada cara baru yang dicetuskan oleh AMEC melalui Barcelona Principle. Tapi, kamu pasti bertanya siapa AMEC dan apa itu Barcelona Principle?

    Buat kamu yang tidak hadir di Pelatihan “Pengenalan Terhadap Pengukuran dan Evaluasi Kampanye Berdasarkan Panduan AMEC”, Kamis, 16 Juni 2022, nggak perlu khawatir. Kami bagikan pembelajaran tentang topik pelatihan kemarin.

    Siapa AMEC

    AMEC merupakan akronim dari the International Association for Measurement and Evaluation of Communication, atau Asosiasi media komunikasi terbesar di dunia. Tahun 2010, 180 anggota dari 86 negara, melahirkan “Prinsip Barcelona” yang isinya mengenai kerangka evaluasi terpadu dan pemetaan kematangan pengukuran komunikasi.

    Prinsip Barcelona

    \"\"

     

    Dulu, kinerja suatu kampanye diukur dari jumlah artikel yang tersebar di media. Penyebaran ini dilakukan biasanya setelah press conference, launching, dan lainnya yang terkait. Pengukuran ini tidak lagi sesuai dan SALAH selama puluhan tahun. Lalu, bagaimana Prinsip Barcelona itu?

    Juan Laingnardo terlebih dahulu menjelaskan jenis platform Instagram dan Twitter yang banyak dipilih atau digunakan generasi Z atau Gen Z. Felicia Nugroho bilang, “Gen Z inilah yang akan menjadi target audiens kita. Sebab mereka yang nantinya akan menguasai masa depan.” Oleh sebab itu, organisasi perlu mempelajari mereka.\”

    Dalam Prinsip Barcelona, sebelum melakukan kampanye sosial, pertama: organisasi sebaiknya mengenali Tujuan Organisasi yang Jelas. Kemudian, memahami alasan mengapa komunikasi tersebut penting untuk kampanye? Organisasi akan mengukur kinerja berdasarkan awareness, attitude, dan behaviour yang diharapkan dari kampanye.

    Baru selanjutnya menentukan Tujuan Komunikasi yang akan Dicapai, harus SMART (smart, measureable, attainable, relevant, time-based).

    Kedua, menentukan target audiens. Rencanakan strategi, analisis situasi, sumber daya, dan hasil riset awal.

    Ketiga, mendesain kegiatan, melalui PESO (paid, earned, share, owned media).
    *) PESO juga dibahas di pelatihan #1 \”Dasar-Dasar Komunikasi & Pengembangan Pesan yang Efektif\”.

    Pasti kamu ingin lebih jelas lagi tentang target audiens dan PESO. Saksikan video pelatihan ini. Kamu juga akan mempelajari bagaimana mengukur dan mengevaluasi output, outcome, outtakes, dan impact dari kampanye yang telah dilakukan.

  • Belajar Digital Storytelling

    Sebuah konten storytelling butuh tujuan. Sama seperti hidup kamu,‘kan?

    Perjalanan hidup pun pasti ada emosi (perasaan), pikiran, dan tindakan yang diambil. Ketiga hal ini bagaikan sebuah urutan rute menuju tempat tujuan. Bertahun-tahun, orang selalu menggunakan rute yang sama, sebab telah terbukti sampai tujuan. Tak ubahnya dalam dunia periklanan atau pemasaran, penjualan yang mencapai target merupakan keberhasilan storytelling mempengaruhi emosi yang berlanjut pada pikiran, dan diakhiri tindakan. Lantas, bagaimana membuat konten yang bercerita sehingga tujuan kamu tercapai?

    Chairunnisa, pembicara dari Saraswati, saat pelatihan “Digital Storytelling”,16 Juni 2022,
    menyajikan 4 fondasi digital storytelling yang perlu kamu pahami dan lakukan:

    1. Tujuan. Tulisan yang bercerita bisa diterapkan oleh organisasi nirlaba untuk edukasi, kampanye, profil, ataupun program organisasi. Tapi, kamu dan tim harus terlebih dahulu memahami tujuan organisasi, program, dan konten yang akan dibuat.
    2. Audiens. Dari tujuan, kamu bisa menentukan audiens dan konten yang akan ditampilkan. termasuk bagaimana gaya bahasa, sapa, bentuk visual, dan lainnya.
    3. Konten. Gaya bahasa, sapa, bentuk visual akan mudah “digoreng” mengikuti karakter audiens.
    4. Platform. Kalau sudah tahu 3 langkah di atas, kamu baru bisa memilih platform digital yang sesuai.

    Lalu, bagaimana membuat konten yang powerful?

    Lagi, kamu harus mempunyai tujuan terhadap keseluruhan cerita, pesan dan makna. Pada saat menulis, gunakan sudut pandang kamu, dan hadirkan pertanyaan inti yang merangkai cerita. Dalam tulisan, kamu perlu menciptakan emosional, baru membuat foto/video/infografik yang kece. Tapi, jangan malas ya belajar struktur dan kosakata yang sesuai. Terus latihan menulis, yes, biar tulisan kamu mengalir dan dibaca dari awal sampai akhir oleh audiens. Perkaya juga kosakata dan rajin-rajinlah memainkan kata-kata.

    Masih bingung soal dasar penulisan konten digital? Ups, kami memang belum menuliskan tentang ini. Tenang, materi dasar penulisan konten yang dibawakan Melita Oktanawati, bisa kamu simak melalui video hasil rekaman pelatihan ini. Tunggu videonya tampil di website kami, ya. Banyak tip dan trik membuat digital storytelling. Kamu sih nggak ikutan pelatihan, padahal metode pembelajarannya seru, loh. Usai materi diberikan, peserta mendapatkan tugas, breakout room pun terbagi jadi 2 kelompok. Kalau tak ada tugas, berarti namanya bukan pelatihan. Dan belajar, tak cukup dari membaca saja, tapi juga dari visual (video). Jadi, tonton video rekaman, banyak tip dan triknya. Terakhir, ya, latihan, latihan, dan latihan.

     


     

    Baca juga topik lanjutannya: \”Bikin Data Jadi Visual yang Bercerita dan Memikat\”

  • Dasar-dasar Komunikasi & Pengembangan Pesan Efektif di Media Sosial

    Dulu, organisasi menggunakan mass media konvensional, seperti radio, TV, atau koran untuk menyampaikan pesan kampanye kepada pembaca (audiens). Sekarang, menggunakan media digital: koran digital, podcast, media sosial, dan lain-lain. Namun, saat ini, jumlah audiens bertambah, organisasi perlu strategi penyampaian pesan yang lebih efektif dan tepat Bagaimana langkah-langkah yang tepat dan efektif itu?

    Ambarwati Dwilo dan Bewinda Salsabila, Maverick, membagikan pengetahuan dan pengalaman di bidang komunikasi digital kepada para Mitra Program Lingkar Madani saat Pelatihan “Dasar-dasar Komunikasi & Pengembangan Pesan yang Efektif\”, Jumat 10 Juni 2022.

    Sebelum melangkah pada materi pemilihan platform, peserta diajak untuk memahami dasar-dasar strategi komunikasi, yang terdiri dari :

    \"\"

    Tujuan dalam komunikasi bukan tentang mencapai target penjualan, memperbesar staf, dan sejenisnya. Tapi, bagaimana komunikasi tersebut dapat membantu organisasi memperoleh objektif pesan organisasi, bukan sasaran. Objektif tersebut terdiri dari kesadaran, sikap, dan perilaku audiens. Objektif pun tak hanya bisa diukur. Maverick menyebut objektif harus “SMART”: specific, measurable, attainable, relevant, dan timely.

    Pelatihan ini tidak hanya satu arah, tapi juga mengajak peserta berinteraksi dan melakukan simulasi kampanye. Materi yang dipratikkan pun tak hanya tentang objektif, tapi banyak. Rugi kan kamu yang nggak ikutan.

    Pantau terus kabar webinar dan pelatihan Lingkar Madani via website dan e-mail.

  • Dasar-dasar Komunikasi & Pengembangan Pesan Efektif di Media Sosial

    Dipaparkan oleh Ambarwati Dwilo (Senior Consultant, Maverick) dan Bewinda Salsabila (Senio Associate, Maverick)