Author: admin

  • Pelatihan \”Digital Storytelling\” bersama Saraswati

    #MariBerproses #TambahAwetMuda

    Setiap orang mempunyai potensi menjadi mahir dalam digital storytelling.

    Nah, bagaimana membuat tulisan yang bercerita agar memancing perhatian dan berdampak pada perilaku pembaca sesuai dengan tujuan organisasi?

    Yuk, daftar!

    Seri Digital Learning
    PELATIHAN DIGITAL STORYTELLING
    Kamis, 16 Juni 2022 | 13.00–16.00 WIB

    Segera daftar di
    bit.ly/LM-DigitalStorytelling

    Pada pelatihan ini, kamu akan mendapatkan:

    Tulisan Lebih Menarik
    Cara menulis di berbagai media digital yang menarik perhatian, menggugah, dan memberikan makna bagi pembaca/audiens.

    Pesan yang Tersampaikan
    Strategi yang tepat dan efektif agar pesanmu tersampaikan dan sesuai dengan target/sasaran organisasi

    Multimedia yang Tepat
    Pemilihan penggunaan multimedia yang tepat, sesuai dengan kebutuhan organisasi.

     

    Pembicara:
    Chairunnisa (Assistant Project Manager, Saraswati)
    Selama empat tahun di Saraswati, Chica berpengalaman menjadi penanggung jawab untuk mengorganisir berbagai event/kegiatan luring maupun daring mulai dari speed date, webinar, workshop, dan kegiatan kampanye digital. Chica merupakan Fasilitator dalam Serial Pembelajaran Digital 1 Lingkar Madani sejak tahun 2021.

    Melita Oktanawati (Assistant Project Manager, Saraswati)
    Melita mempunyai keterampilan komunikasi/ public speaking, termasuk virtual public speaking dan manajemen yang andal dengan pengalaman praktis terkait digital storytelling, event organiser, dan manajemen relawan untuk berbagai kegiatan, termasuk pelatihan, workshop, dan kompetisi daring. Saat ini Lita memegang salah satu kampanye digital yang memberdayakan relawan dan juga menjadi Presiden salah satu International Public Speaking Club yang ada di Bali.

    Kegiatan pelatihan ini merupakan kerja sama Yayasan Penabulu dan Saraswati, yang didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation.

    Informasi lebih lanjut terkait kegiatan ini atau program Lingkar Madani lainnya, silakan hubungi Sudarwanto, Community Engagement Specialist Yayasan Penabulu di sudarwanto@penabulu.id atau Whatsapp di +62 852-7200-1222.

    Terima kasih dan sampai jumpa.

    Salam,
    Tim Lingkar Madani

  • Pelatihan Pengenalan Terhadap Pengukuran dan Evaluasi Kampanye Berdasarkan Panduan AMEC bersama Maverick

    #JuniTambahMahir #TambahAwetMuda

    Ragam platform komunikasi dan sumber informasi yang tersedia sekarang ini, ternyata mempersulit organisasi melakukan evaluasi kesuksesan. Sedangkan, metrik (perhitungan) kesuksesan konvensional, seperti jumlah artikel berita sudah tidak dapat diandalkan dalam mengukur keberhasilan kampanye komunikasi. 

    Namun, ada pendekatan yang menjadi solusi atas permasalahan tersebut, yakni AMEC. Tahukah penggunaan pengukuran berdasarkan panduan ini? 

    Yuk, pelajari lebih jauh.

    Serial Kunci Sukses Kampanye Digital:
    Pelatihan Pengenalan Terhadap Pengukuran dan Evaluasi Kampanye Berdasarkan Panduan AMEC – Maverick

    Kamis, 16 Juni 2022 | 10.90—12.00 WIB

     

    Pembicara:

    Felicia Nugroho (Advisor, Director – Analytic & Insight, Maverick)
    Felicia memiliki pengalaman selama 2 dekade dalam analisis konsumen dan pasar, pengembangan bisnis, dan pelatihan. Saat ini Felicia mengepalai Divisi Analytic & Insight di Maverick.

    Juan Liongnard (Lead Analytics Facilitator, Maverick)
    Ia bagian dari tim Analytic Maverick yang membantu para konsultan menggunakan data-data di ranah digital, untuk mendukung kesuksesan berbagai kampanye komunikasi.

     

    Isi Pengenalan Penggunaan Alat Ukur Kampanye : bit.ly/LM-PraTraining2

    SEGERA REGISTRASI : bit.ly/LM-SuksesBerkampanye

    Program pelatihan ini adalah kolaborasi Maverick dengan Lingkar Madani—satu dari program Yayasan Penabulu yang mendapat dukungan dari The David and Lucile Packard Foundation. 

    Informasi lebih lanjut tentang program di atas atau lainnya, silakan hubungi Sudarwanto, Communication Engagement Specialist Lingkar Madani, via sudarwanto@penabulu.id atau +62 852-7200-1222.

    Mari berproses bersama. Sampai jumpa di ruang zoom. 

    Terima kasih.

    Salam
    Tim Lingkar Madani

     

  • Bagaimana Perencanaan Virtual Event yang Baik?

    Virtual event ramai ketika pandemi tidak memberikan pilihan untuk bertatap muka. Tidak sedikit organisasi atau instansi yang kikuk, harus melakukan kegiatan secara virtual. Event virtual yang awalnya hanya silaturahmi, seminar dan pelatihan, berkembang menjadi pertunjukan seni budaya, wisata, bahkan ajang pencarian dana. Hari pun terus bergulir, sumber daya manusia yang tadinya zero pengalaman, mau tak mau meningkatkan kapasitas dan bersaing menghadirkan virtual event yang menarik dan berjalan rapi. Bagaimana sebenarnya merencanakan virtual event yang baik itu?

    Chairunnisa & Ester margaretha, tim Saraswati, membagikan wawasan dan pengalaman kepada Mitra Lingkar Madani, pada Seri Digital Learning: Pelatihan “Virtual Event Planning”, Kamis, 9 Juni 2022.

    Setiap materi yang dijabarkan, mereka bawa secara bergantian. Yang dilanjutkan dengan sharing pengalaman para Mitra.

    Chariunnisa mempresentasikan fondasi perencanaan kegiatan virtual yang penting, yaitu:

    1. Pemasaran dan promosi. Setiap kegiatan harus direncanakan dari jauh hari; bagaimana pendistribusian, tools yang digunakan, persyaratan peserta, dan lain-lain. Pada bagian pertama ini, Chairunnisa dan Ester langsung menodong peserta untuk berbagi pengalamannya.
    2. Pendekatan dan konten. Pendekatan merupakan inti dari kegiatan jika ingin acara sukses. Sesi yang menarik, engaging, dan powerful presentation menjadi nilai jual. Selain itu, penggunaan tools atau aplikasi yang menyesuaikan bentuk dan tujuan kegiatannya.
      Misalkan bertujuan untuk pitching, maka yang digunakan adalah aplikasi Speed Date. Biasanya, peserta yang hadir akan dibagi beberapa kelompok, setiap peserta di breakout room hanya diberikan waktu terbatas. Anggap saja 7 menit, berarti tiap peserta harus mampu melakukan pitching selama 7 menit. Sebab, keputusan yang muncul pun juga akan berjalan cepat. Pemodal/ pendonor juga diberikan kesempatan untuk berpindah room, dan pada awal masuk diberikan notes berisi panduan. asyik , nggak, sih? Tools ini sebenarnya membuka kesempatan bagi siapa pun dan di mana pun untuk mendapatkan pendanaan atau tujuan lain.
    3. Menerjemahkan kesuksesan. Mengukur keberhasilan suatu acara itu sumbernya bermacam-macam. Antusias peserta dapat dilihat dari jumlah registrasi, peserta yang hadir, banyaknya pertanyaan, testimoni, dan survei.

     

    Santri dari MDPI menceritakan bahwa dia dan organisasi cukup sering melakukan virtual event, bahkan hybrid. MDPI mempunyai agenda regular dua kali setahun untuk mengadakan pertemuan yang melibatkan stakeholder perikanan, dari nelayan, supplier, kabupaten, sampai industri dan kementerian. Waktu pertama mengadakan acara hybrid, mereka hanya memiliki webcam berukuran kecil untuk 30-an orang. Keterbatasan peralatan tersebut tidak menghambat kegiatan. Perencanaan pun hanya 3 minggu karena harus cepat. Tapi Santri dan organisasi juga ingin menggelar kegiatan online yang proper, tapi bagaimana menyelenggarakan virtual event yang baik itu.

    Usai Santri bercerita, Chairunnisa segera menjawab. Yang harus diperhatikan dalam kegiatan hybrid adalah kualitas audio dan kamera. Meski bekerja sama dengan pemerintah yang terbiasa formil, tapi kita harus dinamis.

    Tidak semua virtual event mempunyai cara registrasi yang sama, tergantung dari bentuk program. Terpenting harus memperhatikan elemen-elemen perencanaan di bawah ini:

    1. Tautan registrasi. Nilai plus terintegrasi dengan website utama. Biasa menggunakan , zoom, survey monkey & google form (utk peserta yang akan dikurasi),
    2. Online event guide: panduan teknis, pre-reading materials, dan survey awal,
    3. Team support: Host/Moderator, pembicara, help desk, technical support,
    4. Interactive tools: Q&A, live polling, online whiteboard,
    5. Event feedback: survey; testimoni,
    6. Follow-up: rekaman kegiatan, integrasi ke newsletter.

     


     

    Baca juga topik lanjutannya: \”Belajar Digital Storytelling\”

  • Serial Kunci Sukses Kampanye Digital: Dasar-Dasar Komunikasi & Pengembangan Pesan yang Efektif

    #JuniTambahMahir #TambahAwetMuda

    Ingin kampanye organisasimu efektif dan berhasil? Kamu perlu memahami ilmu dan peran komunikasi. Tak hanya teori, tapi keterampilan komunikasi perlu dipratikkan, sehingga mahir mengembangkan pesan kunci yang efektif dan tepat sasaran.

    Serial Kunci Sukses Kampanye Digital:
    DASAR-DASAR KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN PESAN YANG EFEKTIF
    Jumat, 10 Juni 2022 | 10.00–12.00 WIB

    Segera daftar di bit.ly/LM-LatihKomunikasi

    Profil pembicara:

    Ambarwati Dwilo, Senior Consultant, Maverick
    Ambar memiliki keahlian dalam Integrated Strategic Communication dan sering terlibat dalam proyek manajemen isu dan krisis serta berpengalaman dalam membangun Shared-Value Communication dengan klien.

    Bewinda Salsabila, Senior Associate, Maverick
    Bewinda memiliki keahlian dalam Corporate dan Marketing Communication dan Manajemen Krisis. Dia telah bekerja bersama berbagai perusahaan nasional dan multinasional, mulai dari FMCG, telekomunikasi, teknologi, hingga pariwisata.

    Kegiatan pelatihan di atas  merupakan kerja sama Penabulu Foundation dan Maverick, yang didukung oleh The David and  Lucile Packard Foundation. 

    Informasi lebih lanjut terkait program, silakan hubungi: Sudarwanto, Community Engagement Specialist Lingkar Madani via sudarwanto@penabulu.id atau Whatsapp +62 852-7200-1222.

    Terima kasih, Sampai jumpa. 

    Salam,
    Tim Lingkar Madani

  • Seri Digital Learning: Pelatihan Virtual Event Planning

    #JuniTambahMahir #TambahAwetMuda

    Lingkar Madani dan Saraswati kembali menggelar Seri Digital Learning. Pelatihan pertama di bulan Juni akan berfokus tentang memahami cara, tahapan, dan alat (tools) apa saja yang digunakan. Bagaimana mengoptimalkan video conferencing platforms, ruang virtual, dan avatar bergaya 8-bit?  Framework/tools apa saja yang dapat membantu kamu  dalam merencanakan kegiatan?

    Pelatihan ini akan menggunakan metode simulasi, studi kasus, dan pemberian umpan balik langsung kepada peserta kegiatan.

    Seri Digital Learning: Pelatihan Virtual Event Planning
    Kamis, 9 Juni 2022 | 13.00–16.00 WIB

    Profil Fasilitator:
    Ester Margaretha (Associate. Saraswati). Ester memiliki pengalaman 7+ tahun kombinasi mulai dari manajemen proyek, event organising, hingga analisis data media. Ester terbiasa dengan berbagai presentasi proyek, konsultasi riset, hingga manajemen kegiatan virtual. Ester merupakan fasilitator dan coach dalam Serial Pembelajaran Digital 1 Lingkar Madani pada 2021.

    Chairunnisa (Assistant Project Manager, Saraswati). Selama 4 tahun di Saraswati, Chica mempunyai pengalaman panjang menjadi penanggung jawab untuk mengorganisir berbagai event/kegiatan luring maupun daring mulai dari speed date, webinar, workshop, dan kegiatan kampanye digital. Chica merupakan Fasilitator dalam Serial Pembelajaran Digital 1 Lingkar Madani pada 2021.

    YUK, SEGERA DAFTAR DI SINI : bit.ly/LM-EventPlanning

    Kegiatan pelatihan ini merupakan kerja sama Penabulu Foundation dan Saraswati, yang didukung oleh The David and  Lucile Packard Foundation.

    Informasi lebih lanjut terkait program, silakan hubungi: Sudarwanto, Community Engagement Specialist Lingkar Madani via sudarwanto@penabulu.id atau Whatsapp +62 852-7200-1222.

    Terima kasih dan sampai jumpa.

     

    Salam,
    Tim Lingkar Madani

  • Powerful Presentation

    Dipaparkan oleh Ester Margaretha dan Melita Oktanawati dalam Pelatihan \”Powerful Presentatio\” Seri Digital Learning, 25 Mei 2022

  • Talk show \”Eco Friendly, COVID Ready”

    Dalam masa pandemi ini, aktivasi daring tetap bisa mendukung organisasi sosial dalam menjalankan kampanyenya secara daring, menjangkau komunitas dan area yang tidak terjangkau sebelumnya, dan mengembangkan dampak yang dihasilkan. Sebagai organisasi masyarakat sipil
    tentunya menjalankan aktivasi daring adalah satu hal yang perlu kita kuasai, agar revolusi digital ini juga dapat kita manfaatkan dengan maksimal.

    Oleh karena itu, Lingkar Madani bersama Campaign.com membuat rangkaian program pelatihan “Revolusi Digital Kampanye Sosial” kepada 48 mitra untuk belajar bersama bagaimana memanfaatkan revolusi digital dalam membangun kampanye sosial, melakukan aktivisme sosial, membuat amplifikasi kampanye digital, hingga mengukur dampak dan efektivitas kampanye digital. Rangkaian Program ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan untuk para mitra organisasi sipil untuk tumbuh dalam revolusi digital yang bermanfaat, serta memaksimalkan kampanye sosialnya melalui berbagai wadah digital yang tersedia, termasuk di dalamnya aplikasi Campaign #ForChange dari Campaign.com.

    Tak hanya itu, rangkaian kegiatan ini akan diakhiri dengan public webinar yang berjudul “Eco Friendly, COVID Ready”, event yang akan membahas tentang bagaimana kampanye isu lingkungan akan memberikan dampak yang baik dalam mengajak banyak orang peduli lingkungan. Peduli lingkungan di masa pandemi juga membantu kita sadar untuk menjaga keseimbangan bumi.

    Talk show akan diselenggarakan pada:

    Hari/ Tanggal: Jumat, 3 Juni 2022
    Waktu: 15.00 – 17.00 WIB
    Registrasi di: bit.ly/eventecofriendly

    Narasumber:
    1. Dr. Vallensia Nurdiana Febriyanti, representasi Prodia *tbc
    2. Ikbal Alexander, Managing Director Kertabumi Recycling Center *tbc

    Kegiatan ini terbuka untuk umum. Sampai jumpa di kegiatan.

    Salam,
    Tim Lingkar Madani

  • 4 Proses untuk Bangun Sistem Budaya Organisasi yang Konsisten

    Keberlanjutan organisasi maupun perusahaan juga bergantung pada budaya yang dibangun terus-menerus. Sebenarnya desain budaya kerap dilakukan, hanya saja sering terabaikan.  Mungkin juga, organisasi belum memahaminya. Karena penting, kami menggelar pelatihan “Mendesain & Membangun Budaya Organisasi”, bersama narasumber Ali Zaenal Abidin, Selasa, 31 Mei 2022. 

    Identitas organisasi, kultur, internalisasi desain adalah 3 poin pembelajaran pelatihan ini. Yang dimaksud Identitas Organisasi terdapat  unsur nama dan visual sebagai identitas, menarik perhatian, dan  membangun relasi. Sedangkan kultur atau budaya merupakan kumpulan nilai-nilai yang diterapkan secara konsisten. Dari awal didirikan organisasi, desain tersebut harus dimiliki dan diterapkan. Justru penerapan dilakukan saat pegawai baru satu atau dua orang. Dan, Internalisasi Desain Budaya. Bagian ini menentukan apakah budaya yang dibangun dapat berjalan dalam jangka panjang atau sebaliknya. Bagaimana cara mempertahankannya?

    4 proses vital yang perlu diterapkan untuk membangun budaya yang konsisten:

    1. Recruitment. Merupakan gerbang  awal dari membangun suatu budaya. Jika ingin staf punya budaya yang sejalan dengan didesain, dari awal pekerjakanlah orang yang sudah punya keselarasan dengan organisasi kamu. Masalahnya banyak organisasi mencari pekerja hanya berdasarkan kompetensi atau kemampuan teknisnya. Tapi untuk organisasi yang punya keseriusan menjaga budayanya, tak hanya kemampuan teknis, tapi juga keselarasan yang ingin atau sedang dibangun, misal perilaku. Dilihat bisa dari wawancara, probation. Dalam test kejujuran orang saat wawancara: diminta baca buku secara singkat yang dalam buku diselipkan uang, saat dikembalikan, masih ada atau  tidak uangnya. Ada namanya behaviour questions. Lihat juga perilakunya. Jika dalam jangka panjang, ada yang performance hilang, maka kita ada biaya produksi yang rugi, kalau dia nggak keluar dari organisasi, biaya tetap keluar, bahkan bisa dobel. Sebab budaya itu menular. 
    2. Performance appraisal (penilaian kinerja). Kamu harus mendesain bagaimana penerapan nilai-nilainya. Penilaian dilakukan minimal 2 kali setahun. Harus ada ukuran dan juga pelatihan, penghargaan, role model, dan sebagainya. Komunikasikan  terus menerus dengan komunikasi yang berbeda-beda.
    3. Training and development. Melakukan pelatihan untuk penguatan dan pengembangan kapasitas.
    4. Rewards. Memberikan penghargaan kepada staf yang berprestasi.

    Itulah 4 proses yang akan membantu sistem untuk budaya menjadi konsisten. Untuk selengkapnya, tonton ya video rekamannya.

  • PRESENTASI YANG MENAWAN AUDIENS

    Bicara presentasi tidak hanya tentang desain atau warna, tapi juga bagaimana kita mempresentasikannya, agar menarik perhatian audiens.

    Rabu, 25 Mei 2022, Digital learning series, pelatihan “Powerful Presentation”

    Mengapa butuh sebuah presentasi yang kuat? Hal ini, salah satunya, dikarenakan otak kita tidak hanya bekerja untuk hal-hal yang membosankan. Dalam 30 detik pertama, maju presentasi itu golden moment untuk menarik perhatian audiens.

    Ester Margaretha dan Melita Oktanawati, keduanya dari lembagag Saraswati, menghantar para peserta pelatihan menyelami kekuatan dari sebuah presentasi.

    Ester membuka paparannya dengan menitikberatkan pada identifikasi audiens. Siapa audines, karakteristik, publik atau private?, dan apa konteks/latar belakang dari yang akan disampaikan dalam presentasi. Dengan mengetahui audiens, kita dapat dapat menyusun ide/ gagasan sesuai dengan kebutuhan yang akan menikmati proses prensenting kita. Ester pun memberikan 3 bumbu magic membuat sebuah presentasi yang luar biasa, yakni audiens dan konten; branding dan tools; serta public speaking dalam presentasi yakni bagaimana cara bercerita dan menciptakan transformasi audiens. Transformassi audiens yang dimaksud adalah mengidentifikasi apa yang mereka tahu, percaya, rasakan dan lakukan baik sebelum mendengarkan presentasi dan setelah presentasi dipaparkan.

    Tak luput, Ester menegaskan bahwa presentasi itu soal public speaking kita. Bagaimana nangkep fokus audiens kita. Buat mereka yang banyak bicara

    Melita mengisi sesi berikutnya dengan menunjukkan metode visual presetation. Visual itu penting, contohnya dengan mengaplikasikan warna tertentu dengan tujuan agar audiens dapat mengingat organisasi/brand kita. Hal lain adalah menentukan tipe dan ukuran font, icons, dan elemen lainnya, sehingga dengan personalisasi desain ini mampu mengoptimalisasi konten dari yang akan dipresentasikan.

    Melita juga menampilkan ragam tools yang dapat digunakan dalam menyusun dan membangun sebuah presentasi yang ciamik. Beberapa diantaranya adalah Google slides, canva, dan power point. Tools tersebut menawarkan banyak ragam fitur yang dapat dimaksimalkan penggunaannya, diantaranya adalah visulasasi data, audio gif dan animasi, embed video, Audience QnA dan bahkan di zoom platform pun telah mengaplikasikan fitur power point as virtual background, yang mampu menciptakan suasana interaktif antara pemapar dan audiens.

    Paparan berikutnya dalah terkait teknik presentasi. Melita dan Ester memberikan sejumlah tips-tips bagaimana menyampaikan sebuah presentasi pada sebuah kegiatan virtual; diantaranya bagaimana menarik perhatian peserta/ audiens, perkenalkan dan jelaskan topik atau isi presentasi, memperhatikan durasi presentasi agar lebih efektif, menggunakan hook atau kutipan, seperti melontarkan pertanyaan awal, menggunakan quote, atau menyelipkan humor ataupun cerita singkat.

    Dalam presentasi, gesture dan tone juga sangat perlu diperhatikan, termasuk juga kecepatan dan ketepatan penyampaian. Sebisanya tetap menjaga interaksi dengan audiens. Tak ada salahnya meminta audiens untuk interupsi dan mengingatkan bilamana penyampaikan terlalu cepat, atau mengajak peserta untuk raise hand atau menggunakan fitur chat box bilamana ada yang ditanya. ‘Demam panggung’ memang akan selalu menjadi tantangan.

    “Kadang kala kita sering terlalu banyak mengucapkan kata ehm, errr, ckk kalau sedang presentasi, mungkin karena gugup. Nah ini yang perlu diminimalisir,” Ucap Melita saat memberikan tips-tips.

    Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi penugasan dan simulasi presentasi oleh para peserta. Dari simulasi, Melita dan Ester banyak memberikan tips-tips empirik bagi peserta pelatihan.

    Nantikan sesi-sesi pelatihan “Seri Digital Learning” berikutnya bersama Saraswati.

  • Presentasi yang Menawan Audiens

    Bicara presentasi tidak hanya tentang desain atau warna, tapi juga bagaimana kita mempresentasikannya, agar menarik perhatian audiens.

    Rabu, 25 Mei 2022, Digital learning series, pelatihan “Powerful Presentation”

    Mengapa butuh sebuah presentasi yang kuat? Hal ini, salah satunya, dikarenakan otak kita tidak hanya bekerja untuk hal-hal yang membosankan. Dalam 30 detik pertama, maju presentasi itu golden moment untuk menarik perhatian audiens. 

    Ester Margaretha dan Melita Oktanawati, keduanya dari lembagag Saraswati, menghantar para peserta pelatihan menyelami kekuatan dari sebuah presentasi.

    Ester membuka paparannya dengan menitikberatkan pada identifikasi audiens. Siapa audines, karakteristik, publik atau private?, dan apa konteks/latar belakang dari yang akan disampaikan dalam presentasi. Dengan mengetahui audiens, kita dapat dapat menyusun ide/ gagasan sesuai dengan kebutuhan yang akan menikmati proses prensenting kita. Ester pun memberikan 3 bumbu magic membuat sebuah presentasi yang luar biasa, yakni audiens dan konten; branding dan tools; serta public speaking dalam presentasi yakni bagaimana cara bercerita dan menciptakan transformasi audiens. Transformassi audiens yang dimaksud adalah mengidentifikasi apa yang mereka tahu, percaya, rasakan dan lakukan baik sebelum mendengarkan presentasi dan setelah presentasi dipaparkan. 

    Tak luput, Ester menegaskan bahwa presentasi itu soal public speaking kita. Bagaimana nangkep fokus audiens kita. Buat mereka yang banyak bicara

    Melita mengisi sesi berikutnya dengan menunjukkan metode visual presetation. Visual itu penting, contohnya dengan mengaplikasikan warna tertentu dengan tujuan agar audiens dapat mengingat organisasi/brand kita. Hal lain adalah menentukan tipe dan ukuran font, icons, dan elemen lainnya, sehingga dengan personalisasi desain ini mampu mengoptimalisasi konten dari yang akan dipresentasikan.

    Melita juga menampilkan ragam tools yang dapat digunakan dalam menyusun dan membangun sebuah presentasi yang ciamik. Beberapa diantaranya adalah Google slides, canva, dan power point. Tools tersebut menawarkan banyak ragam fitur yang dapat dimaksimalkan penggunaannya, diantaranya adalah visulasasi data, audio gif dan animasi, embed video, Audience QnA dan bahkan di zoom platform pun telah mengaplikasikan fitur power point as virtual background, yang mampu menciptakan suasana interaktif antara pemapar dan audiens.

    Paparan berikutnya dalah terkait teknik presentasi. Melita dan Ester memberikan sejumlah tips-tips bagaimana menyampaikan sebuah presentasi pada sebuah kegiatan virtual; diantaranya bagaimana menarik perhatian peserta/ audiens, perkenalkan dan jelaskan topik atau isi presentasi, memperhatikan durasi presentasi agar lebih efektif, menggunakan hook atau kutipan, seperti melontarkan pertanyaan awal, menggunakan quote, atau menyelipkan humor ataupun cerita singkat.

    Dalam presentasi, gesture dan tone juga sangat perlu diperhatikan, termasuk juga kecepatan dan ketepatan penyampaian. Sebisanya tetap menjaga interaksi dengan audiens. Tak ada salahnya meminta audiens untuk interupsi dan mengingatkan bilamana penyampaikan terlalu cepat, atau mengajak peserta untuk raise hand atau menggunakan fitur chat box bilamana ada yang ditanya. \’Demam panggung\’ memang akan selalu menjadi tantangan.

    \”Kadang kala kita sering terlalu banyak mengucapkan kata ehm, errr, ckk kalau sedang presentasi, mungkin karena gugup. Nah ini yang perlu diminimalisir,\” Ucap Melita saat memberikan tips-tips.

    Kegiatan pelatihan ditutup dengan sesi penugasan dan simulasi presentasi oleh para peserta. Dari simulasi, Melita dan Ester banyak memberikan tips-tips empirik bagi peserta pelatihan.

    Nantikan sesi-sesi pelatihan \”Seri Digital Learning\” berikutnya bersama Saraswati.