Blog

  • Pelatihan Strategi Media Sosial

    Tidak seru jika pelatihan hanya berbagi teori. Sesi kedua pelatihan Strategi Media Sosial, pada 21 Juni 2024, Tika Pamungkas, mengajak peserta untuk berbagi cerita mengenai media sosial yang dimiliki masing-masing lembaga. Sejak kapan mereka mulai, siapa saja audiens, seperti apa posting yang mereka tampilkan, dan sebagainya. Pembicaraan berlanjut mengenai konten organik yang kerap dibicarakan pengguna media sosial. Bagaimana konten organik yang bagus itu? 

    Konten organik merupakan postingan yang dibagikan tanpa menggunakan teknik pemasaran berbayar, seperti ads. Konten organik yang bagus itu mempunyai karakteristik yang terdiri dari: 

    • Memiliki tujuan yang bagus. Apa yang ingin dicapai dengan konten yang produksi, dan Sahabat telah mengenal siapa target audiensnya. Misal, dengan menampilkan foto-foto seorang bocah lelaki yang memilah botol plastik minuman di hamparan sampah. Foto tersebut bertujuan meningkat kesadaran masyarakat, misal dengan pesan anak kecil saja sadar lingkungan, masa orang dewasa tidak? 
    • Menyelesaikan masalah. Setelah audiens menyaksikan konten yang dibuat, Sahabat perlu bertanya, “Kira-kira, apakah hidup mereka jadi lebih mudah atau timbul kesadaran positif?
    • Memiliki elemen emosi. Apakah Sahabat ingin audiens bahagia, terinspirasi, sedih, marah, atau lainnya? Konten marah-marah ada juga, sengaja untuk membuat kita bereaksi, dan terselubung promosi atau suatu pesan. 
    • Format sesuai kebutuhan. Bentuk atau format postingan atau konten bermacam-macam foto, video, podcast, atau lainnya? 

    Sebelum itu, Sahabat perlu membuat tujuan dan menyusun strategi media sosial. Karena penting untuk menyelaraskan tujuan organisasi dengan tujuan media sosial dan memastikan konsistensi dan koherensi dalam pesan dan aktivitas. 

    Lantas, tujuan organisasinya apa, sih? Tika Pamungkas, sang narasumber, menjelaskan bahwa tujuan organisasi itu terdapat dua, untuk jangka panjang dan jangka pendek. Misalkan,  memperkuat reputasi organisasi dan mempertingkatkan pertumbuhan organisasi. Selain itu, Tika Pamungkas juga menjelaskan tentang tujuan media sosial yaitu memandu aktivitas media sosial untuk mendukung tujuan organisasi. Bagaimana dengan media sosial, Sahabat? Apakah kamu sudah menyusun strategi media sosial sesuai dengan langkah-langkah yang diberikan narasumber?

    Sahabat Lingkar Madani, yuk, simak videonya untuk mengetahui lebih jauh materi ini!

  • Jabatan Pakar/Pengajar

    a:11:{s:10:\”aria-label\”;s:0:\”\”;s:4:\”type\”;s:4:\”text\”;s:12:\”instructions\”;s:0:\”\”;s:8:\”required\”;i:0;s:17:\”conditional_logic\”;i:0;s:7:\”wrapper\”;a:3:{s:5:\”width\”;s:0:\”\”;s:5:\”class\”;s:0:\”\”;s:2:\”id\”;s:0:\”\”;}s:13:\”default_value\”;s:0:\”\”;s:9:\”maxlength\”;s:0:\”\”;s:11:\”placeholder\”;s:0:\”\”;s:7:\”prepend\”;s:0:\”\”;s:6:\”append\”;s:0:\”\”;}

  • Foto Pengajar/Pakar

    a:16:{s:10:\”aria-label\”;s:0:\”\”;s:4:\”type\”;s:5:\”image\”;s:12:\”instructions\”;s:0:\”\”;s:8:\”required\”;i:0;s:17:\”conditional_logic\”;i:0;s:7:\”wrapper\”;a:3:{s:5:\”width\”;s:0:\”\”;s:5:\”class\”;s:0:\”\”;s:2:\”id\”;s:0:\”\”;}s:13:\”return_format\”;s:5:\”array\”;s:7:\”library\”;s:3:\”all\”;s:9:\”min_width\”;s:0:\”\”;s:10:\”min_height\”;s:0:\”\”;s:8:\”min_size\”;s:0:\”\”;s:9:\”max_width\”;s:0:\”\”;s:10:\”max_height\”;s:0:\”\”;s:8:\”max_size\”;s:0:\”\”;s:10:\”mime_types\”;s:0:\”\”;s:12:\”preview_size\”;s:6:\”medium\”;}

  • Mobilisasi Sumber Daya OMS melalui Digital Fundraising

    Webinar Mobilisasi Summer Daya bagi OMS akan mengangkat bagaimana organisasi melakukan strategi fundraising yang tepat menyasar program dan inisiatifnya sesuai misi organisasi.

  • Mengenal untuk Dikenal: Sebuah Strategi Media Sosial bagi OMS

    Serial pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman media sosial dan potensinya bagi OMS, membekali OMS dengan keterampilan untuk mengembangkan strategi media sosial yang efektif untuk mencapai target audiens, mendukung OMS menggunakan media sosial untuk mempromosikan isu-isu dan kegiatan, membangun komunitas, dan menggalang dukungan.

  • Yuk, Kenalan Dengan Media Sosial

    Saat ini, siapa yang tidak kenal media sosial, masyarakat di pelosok pun memanfaatkannya untuk memperkenalkan hasil dan keindahan alam, kuliner, bahkan permasalah yang mereka hadapi, misal jembatan yang tidak lagi berfungsi atau atap sekolah yang runtuh. Namun, jika kita refleksi, apakah kita benar-benar mengenal media sosial, terlebih untuk lembaga? 

    Sebanyak tiga sesi pelatihan Strategi Media Sosial bertema “Unlocking Potential: Harnessing Digital Knowledge Management for Civil Society Organizations, digelar Lingkar Madani pada bulan Juni 2024. 

    Sesi pertama, pada tanggal 20 Juni 2024,  peserta diajak mengenal media sosial. Media Sosial adalah platform-platform di internet yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi, berbagi konten, dan terhubung satu sama lain secara virtual. 

    Berdasarkan Wikipedia, media sosial atau sering juga disebut sebagai sosial media adalah pelantar digital yang memfasilitasi penggunanya untuk saling berinteraksi atau membagikan konten berupa tulisan, foto, video, dan merupakan pelantar digital yang menyediakan fasilitas untuk melakukan aktivitas sosial bagi setiap penggunanya. Media sosial juga merupakan sebuah sarana untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara daring yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu.

    Selanjutnya, narasumber Tika Pamungkas, Brand & Communication Strategist, menjelaskan siapa saja yang perlu kita kenal di dunia media sosial? Yaitu media sosial itu sendiri, competitor (pesaing), target audiens, dan strategi media sosial. 

    Tika Pamungkas memaparkan manfaat dari media sosial ini, yaitu : 

    • Dapat mengetahui informasi atau berita yang sedang tren ;
    • Dapat ide atau inspirasi baru;
    • Dapat berkomunikasi melalui media sosial.

    Tika Pamungkas juga memperkenalkan jenis-jenis media sosial yang bisa kita manfaatkan sesuai kebutuhan. 

    • Social General : Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, WhatsApp, LinkedIn
    • Social Group : Slack, Reddit, Tumblr
    • Videos : YouTube, Vimeo, Tiktok

    Narasumber menginformasikan bahwa media sosial yang paling banyak digunakan adalah WhatsApp (92,1%), Instagram (86,5%), Facebook (83,8%), Tiktok (70,8%) dan Telegram (64,3%). Jenis media sosial yang lembaga kamu gunakan? 

    Yuk, kita tonton sesi ini dengan saksama!

  • Civil Society Resource Mobilization: Empowering Fundraising Of Strategic Programs And Initiatives

    Penggalangan dana digital merupakan aktivitas penting yang belum dimaksimalkan oleh para lembaga nirlaba di Indonesia. Program Lingkar Madani mengangkat topik tersebut dengan melihat bahwa tantangan teknologi perlu direspons secara cepat dan tepat. Berlatar belakang tersebut, Lingkar Madani bersama Lokadaya menggelar webinar “Civil Society Resource Mobilization: Empowering Fundraising of Strategic Programs and Initiatives”  pada hari Kamis, 20 Juni 2024.

    Narasumber Hamid Abidin, S.S., M.Si, Ketua Badan Pengurus Yayasan PIRAC, mengibaratkan filantropis dan mobilisasi sumber daya sebagai dua mata sisi uang. Fundraising atau penggalangan dana adalah kegiatan menghimpun dana dan sumber daya lainnya dari masyarakat: individu, kelompok, organisasi, perusahaan dan pemerintah, yang akan digunakan untuk membiayai program dan kegiatan operasional lembaga dengan tujuan akhir untuk mencapai visi dan misi lembaga. Namun pada era sekarang kegiatan fundraising ini banyak dilakukan, terutama kalangan generasi milenial dan gen Z. Bentuk penggalangan dana pun sudah lebih maju, yakni menggunakan media digital ketimbang kotak sumbang.

    Selanjutnya, narasumber mengajak 28 peserta berdiskusi mengenai isu-isu strategis, seperti potensi, mengeksplorasi beragam dinamika, tantangan dan kiat praktis dalam menggalang sumber daya dan kemitraan.

    Poin-poin yang diambil sebagai kunci keberhasilan fundraising itu ada dua, dikutip dari ilmu Hermawan Kertajaya, yaitu:

    1. Content (What to Offer) : menciptakan program yang inovatif, pioneer, berdampak luas dan berkelanjutan agar dapat  memenangkan persaingan.

    2. Context (How to Offer) : pengemasan program, strategi komunikasi, mekanisme kerja sama atau skema fundraising.

    Di pertengahan sesi, Ikhwan dari Destructive Fishing Watch Indonesia (DFWI) bertanya, “Berapa orang yang dibutuhkan atau memang tidak menunjuk orang setidaknya posisi apa yang diperlukan untuk menginisiasi fundraising terlepas setiap lembaga memiliki kebutuhan masing-masing?” Pertanyaan yang diajukan merupakan hal menarik bagi organisasi pemula yang ingin mengadakan fundraising. Selanjutnya sesi diskusi dilanjutkan hingga kegiatan berakhir.

    Pernahkah Sahabat mengadakan kegiatan penggalangan dana atau yang baru memulai? Berikut tips dan strategi yang dapat kita saksikan di tautan di bawah ini.