Blog

  • Strategi Jitu Kampanye Digital

    15 April 2021. Yayasan Penabulu menyelenggarakan webinar tentang kampanye digital dengan tema pembahasan “Strategi Jitu Kampanye Digital”. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk program pengembangan kapasitas yang efektif dalam situasi pandemi yang masih berlangsung. Tujuan dari kegiatan webinar ini adalah untuk memberikan gambaran kepada para pesertanya tentang tren komunikasi, khususnya dalam bidang kampanye digital selama masa pandemi dan menjelaskan bagaimana cara membuat pesan kunci dan strategi terintegrasi dalam kampanye digital.

    Acara yang diikuti oleh 62 peserta dan berlangsung selama dua jam ini menghadirkan Silih Agung Wasesa, Branding Expert, CEO dari AsiaPR dan Konner Advisory.

    Bagaimana tren model program kampanye digital saat ini?

    Apa saja praktik baik dalam kampanye digital yang dilakukan beberapa sektor selama pandemi?

    Bagaimana menggunakan konten kreatif dan pesan kunci yang efektif dalam kampanye digital?

  • Pengenalan dan Motivasi

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Ada—guru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pertemuan pertama pelatihan dilakukan pada 10 April 2021. Pada pertemuan pertama ini, latihan meditasi diisi dengan ceramah “Pengenalan dan Motivasi” terkait meditasi. Terdapat 24 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Tujuan latihan meditasi adalah untuk melatih pikiran agar menjadi “Pikiran Harmonis”. Pikiran yang harmonis dapat dipergunakan untuk menyehatkan badan, menenangkan pikiran, dan melepaskan reaksi buruk dari memori maupun pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Ceramah sangat menekankan prinsip dasar dalam latihan meditasi, bahwa Meditasi Kesehatan Bali Usada:

    • Tidak berhubungan dengan agama tertentu,
    • Tidak ada yang tabu,
    • Tidak bertentangan dengan dunia medis, dan
    • Latihan yang disediakan bertahap.

    Sehingga, dengan memahami tujuan dan esensi dasar dalam meditasi serta manfaatnya, diharapkan peserta dapat konsisten berlatih dan dan benar-benar merasakan manfaatnya, baik untuk kehidupannya secara umum maupun performa kerja dalam organisasinya secara khusus.

  • Strategi Adaptasi untuk Keberlangsungan Usaha Operasi

    6-8 April 2021. Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Strategi Adaptasi untuk Keberlangsungan Usaha Operasi” selama 3 hari, pada 6 sampai 8 April 2021. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan fulcra didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness.

    Pelatihan ini termasuk dalam tema Keberlangsungan Usaha OMS yang bertujuan untuk melakukan penguatan organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi sistem kerja digital, menjalankan lobi dan advokasi dengan sistem hibrida serta mampu melakukan pendampingan masyarakat dalam situasi pandemi. Terdapat 38 peserta mitra Packard yang hadir. Peserta yang hadir merupakan staf program, baik level manajerial maupun tenaga pendukung. Meski diselenggarakan secara daring, pelatihan berjalan interaktif dan membuka wawasan baru bagi para mitra. Pelatihan diisi oleh Kiswara selaku Business Development Strategist.

    Keadaan menunjukkan bahwa tidak banyak organisasi yang siap untuk menghadapi situasi pandemi yang memaksa para anggotanya untuk bekerja jarak jauh dan sangat bergantung pada sistem digital. Ketidaksiapan itu bisa dalam bentuk penguasaan alat maupun secara mental. Hal ini menjadi masalah prioritas karena berdampak pada performa kerja dari sebuah organisasi. Transformasi manajemen organisasi menjadi lebih digital penting untuk dilakukan terutama dalam situasi pandemi saat ini.

    Sayangnya, investasi dalam sistem digital—baik perangkat maupun kemampuan staf untuk menguasainya—belum jadi prioritas, manajemen multirisiko belum bersinergi dengan kapasitas staf serta pemahaman tentang konsep keunggulan kompetitif bagi masyarakat sipil juga masih absen.

    Pelatihan ini berusaha memperkaya ide dan konsep tentang peluang CSO untuk berkembang menghadapi tantangan masa depan yang akan menekankan pada teknologi dan me-mainstreaming-kan terminologi yang dekat dengan operasional perusahaan. Selain itu, dari segi pelaksanaan, dibutuhkan peningkatan dalam hal komunikasi dan promosi kegiatan, seperti e-flyer, audio visual, menggunakan semua media yang ada maupun pendekatan pribadi kepada masing-masing calon peserta.

  • Training Hacking and Managing Commitment: Utilize Scientific Factor for Team\’s Commitment bersama I\’m on My Way

    \"\"

    Pada 31 Maret 2021, Lingkar Madani bersama I’m on My Way melakukan pelatihan dengan tema Kepemimpinan dan Kemandirian. Pada seri pertama ini, mengambil topik Hacking and Managing Commitment: Utilize Scientific Factor for Team\’s Commitment yang dibawakan oleh Ali Zainal Abidin selaku trainer atau coach. Kegiatan selama 4 Jam ini diikuti oleh 7 orang peserta (4 Laki – laki dan 3 Perempuan ) dari 7 organisasi mitra Packard.

    Kegiatan dibuka oleh Intan Suhartini selaku Event Officer Lingkar Madani, dan dilanjutkan dengan pengantar oleh Elvita selaku perwakilan dari Divisi kurikulum.

    Ali, mengawali training dengan meminta peserta menuliskan lokasi lewat fitur chatbox, serta menjelaskan alur kegiatan. Dalam prosesnya, Ali memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung memberikan pertanyaan seputar materi. Pada materi ini Ia menjelaskan dengan detail agar peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang masing-masing faktor ilmiah yang mempengaruhi tingkat komitmen seseorang.

  • Utilize Scientific Factor for Team\’s Commitment

    Lingkar Madani bersama I’m on My Way melakukan pelatihan dengan tema Kepemimpinan dan Kemandirian, dengan seri pertama bertopik Hacking and Managing Commitment: Utilize Scientific Factor for Team\’s Commitment yang dibawakan oleh Ali Zainal Abidin selaku trainer atau coach. Kegiatan selama 4 Jam ini diikuti oleh 7 orang peserta (4 Laki – laki dan 3 Perempuan ) dari 7 organisasi mitra Packard.

    Kegiatan dibuka oleh Intan Suhartini selaku Event Officer Lingkar Madani, dan dilanjutkan dengan pengantar oleh Elvita selaku perwakilan dari Divisi kurikulum.

    Ali, mengawali training dengan meminta peserta menuliskan lokasi lewat fitur chatbox, serta menjelaskan alur kegiatan. Dalam prosesnya, Ali memberikan kesempatan kepada peserta untuk langsung memberikan pertanyaan seputar materi. Pada materi ini Ia menjelaskan dengan detail agar peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang masing-masing faktor ilmiah yang mempengaruhi tingkat komitmen seseorang. [DS]

  • Webinar \”Health Care\”

    Jakarta, 12 Maret 2021, Lingkar Madani bekerjasama dengan Bali Usada menggelar serangkaian kelas dengan topik Selfcare.
    Bali Usada adalah sebuah pusat pelatihan meditasi kesehatan yang mengajarkan teknik meditasi kesehatan yang unik dan integratif agar dapat menjadi lebih sehat, tenang, dan bahagia. Bali Usada didirikan oleh Bapak Merta Ada selaku pendiri dan juga Guru Utama meditasi.
    Kelas meditasi diawali dengan Webinar “perkenalan untuk perawatan kesehatan” yang berlangsung selama 120 menit dan di hadiri oleh 62 peserta.

    Kegiatan ini dibuka oleh Nago Tejena selaku moderator, Nago mempersilahkan James Mc Caul dari OE The David and Lucille Packard Foundation, untuk sedikit memberikan kata sambutan sebelum di mulainya webinar “Perkenalan Untuk Perawatan Kesehatan” sebelum akhirnya memperkenalkan Bapak Merta Ada selaku Narasumber.

    Sesi pertama kegiatan, Bapak Merta Ada memberikan ceramah bagaimana teknik meditasi yang mana dalam meditasi ini kita menggerakkan dan melatih pikiran kita secara sadar agar bisa kita lebih bahagia. Tujuan dari meditasi adalah untuk menguatkan konsentrasi dan kesadaran.

    Sesi kedua adalah sesi pertanyaan, peserta di minta untuk menuliskan pertanyaan lewat fitur chat ataupun raisehand. Beberapa pertanyaan yang menarik di bacakan oleh Nago dan di jawab langsung oleh Bapak Merta Ada.

    Bapak Merta Ada, mengajak latihan bermeditasi di sesi ketiga, sebelumnya ia mengingatkan kembali bahwa meditasi ini adalah sebuah skill dan harus dilatih lebih sering. Pada saat meditasi, rilex adalah point penting dan juga berdoa menurut kepercayaan masing – masing.
    Sesi pertanyaan dibuka kembali setelah latihan meditasi. Diakhir acara, Bapak Merta Ada menyampaikan, agar melakukan pola hidup sehat saat melakukan meditasi.

  • Perkenalan untuk Perawatan Kesehatan

    Jakarta, 12 Maret 2021. Lingkar Madani bekerjasama dengan Bali Usada, sebuah pusat pelatihan meditasi kesehatan yang mengajarkan teknik meditasi kesehatan yang unik dan integratif, menggelar serangkaian kelas meditasi dengan topik Selfcare. Untuk mengawali rangkaian kelas meditasi tersebut, diselenggarakan Webinar dengan tajuk “Perkenalan untuk Perawatan Kesehatan” yang berlangsung selama 120 menit dan dihadiri oleh 78 peserta.

    Kegiatan webinar dibuka oleh Nago Tejena selaku moderator, yang kemudian mempersilakan James McCaul, Organizational Effectiveness Expert di The David and Lucile Packard Foundation, untuk memberikan kata sambutan. Acara ini menghadirkan Bapak Merta Ada selaku Pendiri dan juga Guru Utama meditasi di Bali Usada yang memaparkan tentang teknik meditasi untuk menggerakkan dan melatih pikiran kita secara sadar agar bisa lebih bahagia. Teknik ini juga mampu menguatkan konsentrasi dan kesadaran. Bapak Merta Ada mengingatkan bahwa meditasi ini adalah sebuah keterampilan dan harus lebih sering dilatih. Pada saat meditasi, rileks adalah poin penting di samping berdoa menurut kepercayaan masing-masing. Beliau juga menyampaikan agar tetap menjaga pola hidup sehat untuk mendapatkan hasil meditasi yang lebih baik.

  • Seri Resiliensi Finansial \”Strategi Finansial\”

    Menutup seri pelatihan Resiliensi Finansial bagi OMS, pada 15 s/d 19 Februari 2021, program Lingkar Madani menyelenggarakan pelatihan daring dengan tajuk “Strategi Finansial” melalui Learning Management System Lingkar Madani. Mengusung pendekatan belajar mandiri individu berbasis pendekatan teknologi. Para pengguna LMS Lingkar Madani telah mengakses materi pelatihan yang disampaikan oleh trainer dalam bentuk audio visual. Tak hanya itu, para pengguna juga dapat berinteraksi dengan para trainer melalui forum diskusi yang ada di dalam platform.

    Pertemuan daring yang diselenggarakan pada 19 Februari 2021 merupakan puncak dari pelatihan Strategi Finansial ini. Sebanyak 28 orang peserta representasi dari 15 OMS mitra David and Lucile Packard Foundation Indonesia, dipandu dengan trainer, Mario Ginting dan Subhan -yang lebih familiar dipanggil Bajay- mengulas habis, mengisi, dan melakukan analisa kesehatan finansial organiasi dengan menggunakan indikator-indikator yang ada di dashboard kesehatan finansial organisasi.

    Meski terkesan sangat teknis keuangan, dashboard kesehatan finansial organisasi merupakan alat bantu bagi OMS untuk pengambilan keputusan strategis yang akan mendukung penetapan strategi keberlanjutan finansial bagi organisasi selanjutnya. Para peserta pelatihan nampaknya juga mengamini hal ini, terbukti dengan antusiasme mereka pada saat mengikuti setiap proses pertemuan daring selama lebih dari 3 jam, dan umpan balik yang positif bagi kami sebagai penyelenggara. [TY]

  • Seri Pelatihan Resiliensi Finansial \”Strategi Finansial\”

    \"\"

    Menutup seri pelatihan Resiliensi Finansial bagi OMS, pada 15 s/d 19 Februari 2021, program Lingkar Madani menyelenggarakan pelatihan daring dengan tajuk “Strategi Finansial” melalui Learning Management System Lingkar Madani. Mengusung pendekatan belajar mandiri individu berbasis pendekatan teknologi. Para pengguna LMS Lingkar Madani telah mengakses materi pelatihan yang disampaikan oleh trainer dalam bentuk audio visual. Tak hanya itu, para pengguna juga dapat berinteraksi dengan para trainer melalui forum diskusi yang ada di dalam platform.

    Pertemuan daring yang diselenggarakan pada 19 Februari 2021 merupakan puncak dari pelatihan Strategi Finansial ini. Sebanyak 28 orang peserta representasi dari 15 OMS mitra David and Lucile Packard Foundation Indonesia, dipandu dengan trainer, Mario Ginting dan Subhan -yang lebih familiar dipanggil Bajay- mengulas habis, mengisi, dan melakukan analisa kesehatan finansial organiasi dengan menggunakan indikator-indikator yang ada di dashboard kesehatan finansial organisasi.

    Meski terkesan sangat teknis keuangan, dashboard kesehatan finansial organisasi merupakan alat bantu bagi OMS untuk pengambilan keputusan strategis yang akan mendukung penetapan strategi keberlanjutan finansial bagi organisasi selanjutnya. Para peserta pelatihan nampaknya juga mengamini hal ini, terbukti dengan antusiasme mereka pada saat mengikuti setiap proses pertemuan daring selama lebih dari 3 jam, dan umpan balik yang positif bagi kami sebagai penyelenggara. (TY)

  • Webinar \”Digital Fundraising\”

    Jakarta 09 Februari 2021, Program Lingkar Madani kembali menghelat webinar dengan tema “Strategi Penggalangan Dana Secara Digital bagi Organisasi Masyarakat Sipil”. Menghadirkan Sri Indiyastutik (Fundraising Director YAPIIKA-ActionAid) dan Linda Sukandar (Fundraising Direc-tor Plan International Indonesia) sebagai narasumber, kegiatan yang dimoderatori oleh Herman Simanjuntak (Resource Mobisation Specialist, TFCA Kalimantan), kegiatan selama 120 menit ini dihadiri oleh tak kurang dari 42 representasi dari OMS di Indonesia.

    Di sesi pertama, mbak Tutik – demikian Sri Indiyastutik biasa disapa- menjelaskan tentang bagaimana kanal digital menjadi bagian dari upaya fundraising yang dilakukan oleh YAPPIKA saat ini. Meski Indo-nesia menempati urutan ke-10 negara dengan tingkat kedermawanan tertinggi, khususnya yang berkaitan dengan isu keagamaan. Faktanya, OMS yang bukan berbasis keagamaan masih memiliki tantangan menembus “kedermawanan” masyarakat Indonesia, untuk pula peduli pada isu-isu sosial lainnya. Bebera-pa petikan pembelajaran menarik bagaimana menggalang dana ala YAPPIKA juga disampaikan mbak Tutik di sesi ini, seperti pentingnya riset untuk menetapkan target sasaran dan menyusun strategi pengga-langan dana, termasuk melibatkan melibatkan artis atau influencer untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.

    Pada sesi kedua, Linda Sukandar menyampaikan pengalaman Plan Internasional Indonesia melakukan melakukan penggalangan dana dalam situasi pandemi. “Be A Hero”, sebuah kampanye dengan fokus pada perlindungan anak dan paramedis dari pandemi COVID-19 merupakan upaya Plan Internasional Indonesia melakukan penggalangan dana secara digital, ketika tehnik face to face tidak lagi mungkin dil-akukan di masa pandemi saat ini. Terus mengikuti tren yang terjadi merupakan salah satu tips yang disampaikan oleh mbak Linda dalam melakukan penggalangan dana, pada saat yang sama, melengkapi mbak Tutik, dia juga optimis, bahwasanya kanal digital memiliki potensi yang besar bagi OMS di Indone-sia untuk menggalang dana dari masyarakat secara luas.

    Webinar kali ini ditutup dengan rangkuman keseluruhan proses yang dikemas secara apik bang Herman dalam “7 Cara Ampuh dalam Melakukan Digital Fundraising” yakni; (1) Mengetahui siapa yang akan kita libatkan, mengetahui isu yang akan dikampanyekan, (2) Bagaimana bekerjasama antar tim, (3) Melibatkan media untuk publikasi, (4) Melibatkan atau endorse dari pemerintah, (5) Melibatkan publik figur dan relawan, (6) Kesiapan lembaga (kanal informasi, tim digital fundraising, budget), (7) Transparan dalam pelaporan. (KSF)