Author: admin

  • Mengenal Terbentuknya Energi baik dan Buruk

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Adaguru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pertemuan kelima ini diisi dengan ceramah “Mengenali Proses Terbentuknya Energi Baik dan Buruk” serta latihan meditasi “Merasakan Badan dari Luar”. Terdapat 18 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Dalam sesi ceramah, pelatihan menjelaskan bahwa energi baik dan buruk dapat muncul dari berbagai sumber, seperti (1) Badan dan Batin; (2) Lima Indra dan Pikiran; (3) Kontak; atau (4) Getaran, Rasa, atau Sensasi. Dengan mengerti bagaimana proses munculnya energi baik dan buruk dari ragam sumber tersebut, diharapkan keinginan untuk bermeditasi akan bertambah dan kita lebih bisa menghadapi kehidupan dengan lebih mudah dan bahagia.

    Dalam sesi latihan meditasi, pelatih memberi panduan untuk latihan merasakan badan dari luar, menggunakan 36 bagian dari tubuh manusia. Latihan ini bertujuan untuk memberikan energi yang baik ke seluruh badan dan menyambung energi yang ada di seluruh lapisan badan. Selain itu, latihan ini akan menguatkan pikiran harmonis, pikiran yang tenang seimbang, sadar bijaksana, yang sudah dilatih sebelumnya. Pelatih menyarankan peserta untuk melakukan latihan ini secara rutin dalam kehidupan sehari-hari.

  • Mengukur Keberhasilan Kampanye Digital

    5 Mei 2021. Sebagai bagian dari seri Pelatihan Kampanye Digital, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan daring selama dua hari, di tanggal 4 dan 5 Mei 2021, dengan tema “Mengukur Keberhasilan Kampanye Digital”. Pelatihan ini dihelat melalui platform Zoom dengan tujuan memberikan pengetahuan teknis tentang bagaimana cara mengukur efektivitas dari program kampanye digital, terutama terkait tentang bagaimana menggunakan tools pada saat pengukuran. Acara ini diikuti oleh tujuh orang peserta dengan Yudha Adi Marsongko, CEO dari Ygroup Asia Pte Ltd, sebagai pelatih.

    Sesi hari pertama dimulai dengan penjelasan tentang pentingnya pengukuran pada program kampanye digital. Di sini pelatih memberikan penjelasan tentang mengapa sebuah program kampanye digital harus diukur, dan bagaimana periode waktu pengukuran yang tepat sebaiknya dilakukan. Dilanjutkan dengan memberikan gambaran tentang berbagai macam program kampanye digital dengan matriks pengukuran yang berbeda-beda. Sesi di hari pertama ditutup dengan penjelasan tentang bagaimana menggunakan satu tools tertentu dengan memberikan satu studi kasus, kemudian peserta diberikan tugas sederhana yang berkaitan dengan keseluruhan tema untuk selanjutnya dibahas dalam sesi pelatihan.

    Sesi di hari kedua melanjutkan ke praktik dari sesi sebelumnya. Dibuka dengan review dari hasil pelatihan hari pertama dan dilanjutkan dengan belajar menggunakan tools pengukuran. Dimulai dari teknik penggunaan UTM dan pengenalan peserta tentang penggunaan source, medium dan konten. Lalu penjelasan dilanjutkan dengan lima tahapan kampanye digital, dimulai dari merancang hipotesis—menjalankan kampanye—mengambil data—menganalisis data—sampai kepada mengoptimalkan kampanye.

    Tahapan berikutnya adalah penjelasan tentang contoh pengukuran yang bisa menganalisis siklus program berdasarkan kinerja utama sesuai dengan goal dan strategi taktisnya. Para peserta juga diberikan pemahaman tentang penggunaan Google Analytics dengan memasukkan parameter kunci yang kemudian dianalisis secara terstruktur. Dijelaskan juga teknik dalam melakukan analisis di platform Facebook melalui tiga pilar analisis. Sesi berlanjut tentang pemanfaatan Google Data Studio dan kustomisasi dashboard. Hal ini bisa menyederhanakan proses dan mempersingkat waktu pengukuran dan analisis. Pelatihan ditutup dengan paparan mengenai analisis aset media sosial.

  • Mengenal 52 Bentuk Pikiran

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Ada—guru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pada pertemuan keempat, latihan meditasi diisi dengan ceramah “52 Bentuk Pikiran dan Latihan Cinta Kasih”. Terdapat 19 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Secara keseluruhan, terdapat 52 sifat, bentuk, atau karakteristik pikiran yang terbagi dalam 3 kelompok besar, yakni:

    1. Pikiran buruk—seperti bodoh, liar, gelisah, dan lain-lain.
    2. Pikiran netral—seperti perhatian, konsentrasi, kehendak, dan lain-lain.
    3. Pikiran baik—seperti keyakinan, bijaksana, tidak membenci, dan lain-lain.

    Bentuk pikiran buruk akan selalu ada pada manusia, tetapi bisa dilatih untuk dikecilkan sehingga pikiran yang baik berupa cinta kasih lebih besar. Pikiran baik, energi baik akan muncul kalau dilatih. Dengan rajin berdoa, sembahyang dan bermeditasi, pikiran baik akan terlatih dengan teratur dan semakin kuat.

  • Strategi Meraih Dukungan Pihak Ketiga dalam Kampanye

    28 April 2021. Sebagai bagian dari seri Pelatihan Kampanye Digital, Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan daring selama dua hari, di tanggal 28 April 2021, dengan tema “Strategi Meraih Dukungan Pihak Ketiga dalam Kampanye”. Pelatihan ini dihelat melalui platform Zoom dengan tujuan memberikan pemaparan akan pentingnya endorsement dari pihak ketiga dalam kampanye digital. Acara ini diikuti oleh 23 orang peserta dengan Ainun Chomsun, pendiri Akademi Berbagi dan Cyber Collaborator Coordinator di Kumparan, sebagai pelatih.

     

    Sesi dimulai dengan pemaparan tentang manfaat penggunaan endorser pihak ketiga seperti influencer, selebriti, dan juga Key Opinion Leader (KOL) dalam kampanye digital. Pelatih juga memberikan pengetahuan, tips, dan cara dalam membangun hubungan jangka panjang yang baik dengan para endorser, sehingga mereka mau terlibat untuk membantu dengan tidak mempertimbangkan transaksi berbayar sebagai hal yang utama.

     

    Selanjutnya, pelatih memberikan gambaran tentang cara membuat pemetaan pihak ketiga agar dapat digunakan sebagai endorser yang relevan dan tepat dengan program kampanye digital yang sedang dijalankan. Di akhir sesi, pelatih mengingatkan tentang pentingnya melakukan pemetaan program kampanye digital terlebih dahulu, sebelum memutuskan untuk menggunakan endorser dari pihak ketiga.

  • Mengenal Empat Susunan Badan

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Ada—guru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pada pertemuan ketiga, latihan meditasi diisi dengan ceramah “Empat Susunan Badan dan Latihan Kebijaksanaan”. Terdapat 19 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Latihan ketiga ini bertujuan untuk memahami susunan badan. Terdapat 4 susunan badan:

    1. Badan Kasar—yakni badan yang bisa dipegang dan diraba seperti sistem pernapasan, sistem pencernaan.
    2. Badan Meridian—tidak banyak dikenal kecuali bagi yang senang membaca tentang penyembuhan holistik atau penyembuhan tradisional. Badan meridian dapat dirasakan pada saat melakukan olahraga Tai Chi atau Chi Kung.
    3. Badan Cakra—memiliki sistem tersendiri. Dapat dilihat melalui peralatan modern seperti “foto Kirlian”.
    4. Badan Mental.

    Bahwa badan kita terdiri dari badan yang datangnya dari keturunan dan badan yang dibentuk oleh jiwa. Genetik, makanan, temperatur dan getaran dari memori akan membentuk badan kasar, badan meridian, dan badan cakra. Sedangkan pikiran akan membentuk badan mental.

    Susunan badan terus mengalami perubahan. Dengan memahami susunan badan dan keniscayaannya yang terus berubah, latihan kebijaksanaan untuk menerima dan merasakan hal tersebut memberikan energi yang baik pada tubuh.

  • Kiat Berkampanye Menggunakan Social Media Ads

    Jakarta, 23 April 2021. Setelah pelaksanaan webinar bersama Konner Advisory di tanggal 15 April yang lalu, Program Lingkar Madani menyelenggarakan pelatihan daring selama dua hari, di tanggal 22 dan 23 April 2021, dengan tema “Kiat Berkampanye Menggunakan Social Media Ads. Pelatihan ini dihelat melalui platform Zoom dengan tujuan memberikan informasi tentang bagaimana pentingnya periklanan di media sosial untuk meningkatkan mendorong konten dalam kampanye digital. Acara ini diikuti oleh 51 orang peserta dengan Andin Rahmana Putra, seorang dosen Digital Marketing sekaligus Trainer di Purwadhika Startup School CEO, sebagai pelatih.

    Sesi hari pertama dimulai dengan pengenalan terkait iklan untuk berbagai jenis platform media sosial yang sering digunakan dalam kampanye digital. Setelah itu, pelatih memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai tujuan dalam menjalankan iklan dan capaian apa saja yang dapat diwujudkan melalui iklan di media sosial. Sesi di hari pertama ditutup dengan penjabaran tentang bagaimana memproduksi dan memilih konten yang tepat, agar iklan dilakukan secara efektif. Penjabaran diberikan dengan menggunakan satu studi kasus, kemudian peserta diberikan tugas sederhana yang berkaitan dengan keseluruhan tema untuk selanjutnya dibahas dalam sesi pelatihan.

    Sesi di hari kedua membahas lebih dalam mengenai praktik periklanan melalui media sosial. Pelatih memberikan pemahaman untuk mengenali fitur-fitur untuk beriklan, misalnya dalam Facebook Business Manager. Pelatih juga memberikan tips dan trik, misalnya terkait pemilihan konten, anggaran, durasi iklan, dll. Selanjutnya, pelatih memberikan penjelasan tentang bagaimana melakukan evaluasi terhadap efektifitas yang dilakukan, dari sisi biaya, dampak iklan, dll. Di akhir sesi, pelatih mengajak peserta untuk melakukan evaluasi, pembahasan dan diskusi terhadap tugas sederhana yang diberikan di hari sebelumnya.

  • Mengenal Energi Pembentuk Badan

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Ada—guru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pada pertemuan kedua, latihan meditasi diisi dengan ceramah “Energi Pembentuk Badan dan Latihan Kesadaran”. Terdapat 21 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Latihan kedua ini bertujuan untuk mengenali diri lebih lanjut, elemen dan komponen apa saja yang membentuk diri, tidak hanya fisik tapi juga hal non-fisik lainnya. Terdapat empat elemen abstrak pembentuk badan:

    1. Unsur angin
    2. Unsur api
    3. Unsur air
    4. Unsur tanah

    Keempat elemen abstrak tersebut bergabung dalam komposisi tertentu sehingga membentuk atom, sel, jaringan, organ dan manusia seutuhnya. Energi pembentuk badan berasal dari genetik orang tua, makanan, lingkungan, serta perbuatan dari pikiran/gerakan badan.

    Dengan mengenali lebih dalam mengenai diri kita, harapannya kita lebih mampu dalam mengelola diri kita sehingga menciptakan “Pikiran Harmonis”.

  • Pengenalan dan Motivasi

    Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan”. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan Bali Usada, didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness. Pelatihan ini termasuk dalam tema Selfcare yang bertujuan untuk penguatan anggota organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi situasi pandemi yang memberikan banyak batas, tidak pasti dan penuh tekanan; agar kesehatan fisik dan pikiran para anggota organisasi tetap terjaga sehingga tetap memberikan performa optimal.

    Keseluruhan rangkaian pelatihan “Meditasi untuk Kesehatan” akan diselenggarakan sebanyak delapan pertemuan, rutin setiap hari Sabtu, selama dua jam, dari jam 10 sampai jam 12 pagi. Pelatihan akan berisi ceramah dari Pak Merta Ada—guru utama dan pendiri Bali Usada. Kemudian dilanjutkan dengan latihan meditasi bersama instruktur senior dari Bali Usada. Instruktur pada pelatihan ini adalah Martinus Christianto dan Maria Josephine. Sesi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Peserta juga dapat mengakses materi secara tertulis dan audio dan konsultasi melalui grup whatsapp bersama para instruktur.

    Pertemuan pertama pelatihan dilakukan pada 10 April 2021. Pada pertemuan pertama ini, latihan meditasi diisi dengan ceramah “Pengenalan dan Motivasi” terkait meditasi. Terdapat 24 peserta yang hadir. Peserta aktif menyalakan video dalam berlatih meditasi, sehingga meski latihan meditasi berjalan secara daring, namun kebersamaan tetap tercipta.

    Tujuan latihan meditasi adalah untuk melatih pikiran agar menjadi “Pikiran Harmonis”. Pikiran yang harmonis dapat dipergunakan untuk menyehatkan badan, menenangkan pikiran, dan melepaskan reaksi buruk dari memori maupun pengalaman hidup yang tidak menyenangkan. Ceramah sangat menekankan prinsip dasar dalam latihan meditasi, bahwa Meditasi Kesehatan Bali Usada:

    • Tidak berhubungan dengan agama tertentu,
    • Tidak ada yang tabu,
    • Tidak bertentangan dengan dunia medis, dan
    • Latihan yang disediakan bertahap.

    Sehingga, dengan memahami tujuan dan esensi dasar dalam meditasi serta manfaatnya, diharapkan peserta dapat konsisten berlatih dan dan benar-benar merasakan manfaatnya, baik untuk kehidupannya secara umum maupun performa kerja dalam organisasinya secara khusus.

  • Strategi Adaptasi untuk Keberlangsungan Usaha Operasi

    6-8 April 2021. Yayasan Penabulu menyelenggarakan pelatihan “Strategi Adaptasi untuk Keberlangsungan Usaha Operasi” selama 3 hari, pada 6 sampai 8 April 2021. Penyelenggaraan pelatihan ini bekerjasama dengan fulcra didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation (Packard) dalam program Organizational Effectiveness.

    Pelatihan ini termasuk dalam tema Keberlangsungan Usaha OMS yang bertujuan untuk melakukan penguatan organisasi mitra Packard di Indonesia menghadapi sistem kerja digital, menjalankan lobi dan advokasi dengan sistem hibrida serta mampu melakukan pendampingan masyarakat dalam situasi pandemi. Terdapat 38 peserta mitra Packard yang hadir. Peserta yang hadir merupakan staf program, baik level manajerial maupun tenaga pendukung. Meski diselenggarakan secara daring, pelatihan berjalan interaktif dan membuka wawasan baru bagi para mitra. Pelatihan diisi oleh Kiswara selaku Business Development Strategist.

    Keadaan menunjukkan bahwa tidak banyak organisasi yang siap untuk menghadapi situasi pandemi yang memaksa para anggotanya untuk bekerja jarak jauh dan sangat bergantung pada sistem digital. Ketidaksiapan itu bisa dalam bentuk penguasaan alat maupun secara mental. Hal ini menjadi masalah prioritas karena berdampak pada performa kerja dari sebuah organisasi. Transformasi manajemen organisasi menjadi lebih digital penting untuk dilakukan terutama dalam situasi pandemi saat ini.

    Sayangnya, investasi dalam sistem digital—baik perangkat maupun kemampuan staf untuk menguasainya—belum jadi prioritas, manajemen multirisiko belum bersinergi dengan kapasitas staf serta pemahaman tentang konsep keunggulan kompetitif bagi masyarakat sipil juga masih absen.

    Pelatihan ini berusaha memperkaya ide dan konsep tentang peluang CSO untuk berkembang menghadapi tantangan masa depan yang akan menekankan pada teknologi dan me-mainstreaming-kan terminologi yang dekat dengan operasional perusahaan. Selain itu, dari segi pelaksanaan, dibutuhkan peningkatan dalam hal komunikasi dan promosi kegiatan, seperti e-flyer, audio visual, menggunakan semua media yang ada maupun pendekatan pribadi kepada masing-masing calon peserta.