Webinar

Standar Pelaporan Keuangan bagi Organisasi Nonlaba sesuai ISAK 35

Rabu, 22 September 2021. Lingkar Madani mengadakan webinar kedua bersama Yayasan Bina Integrasi Edikasi. Kali ini dengan narasumber Evita Puspitasari, seorang dosen dari Fakultas Akuntansi Universitas Padjajaran. Tema yang diangkat adalah yang berkaitan dengan Standar Laporan Keuangan bagi Organisasi Nirlaba. Pada saat memandu sesi webinar, Evi Aisah Trisnaningsih yang menjadi Moderator kali ini membukanya dengan mengajukan pertanyan “Apa yang membedakan dari ketiga standar pelaporan, soal komponen atau hanya penamaan saja?” yang kemudian merupakan pemantik terhadap materi yang akan dijelaskan narasumber.

Rasa penasaran bertambah ketika Evita mengatakan bahwa pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) untuk organisasi nirlaba atau perseroan terbatas tidak lagi mengacu pada PSAK 45 atau ISAK 35, tapi pada PSAK 1 SAK ETAP – L/K. Nantinya, pada tahun 2025, PSAK 1 SAK ETAP – L/K akan diganti. Ia lalu menyarankan kepada peserta untuk dapat mulai bersiap-siap. Bagi para pendana, laporan keuangan merupakan penggambaran kegiatan yang dilakukan suatu organisasi sehingga mereka perlu mengetahui hal tersebut dan juga menambahkan bahwa audit tidak hanya dilakukan secara internal tapi sebaiknya juga dilakukan audit eksternal.

Evita memberikan contoh bahwa tidak semua rumah sakit digolongkan nirlaba, sebab ada yang masuk listing di bursa efek. Berarti rumah sakit tersebut berbentuk perseroan terbatas yang format pelaporan keuangannya tentu saja berbeda dan tidak mengacu pada ISAK 35, akan tetapi menggunakan format PSAK 1 SAK ETAP.

Sebelum jauh melangkah ke arah sana, Evita juga menjelaskan definisi ketiga standar pelaporan keuangan tersebut dan bentuk organisasi seperti apa yang harus mengacu salah satu dari ketiga pelaporan itu. Sebab, baik itu organisasi nirlaba atau profit, setiap bentuk organisasi tetap harus menyerahkan laporan pajak. Dia menambahkan bahwa tidak sedikit organisasi nirlaba yang juga mempunyai entitas profit, sehingga kita harus dapat dengan cermat mengidentifikasi laporan keuangannya.

Penjelasan Evita yang membawakan sesi selama lebih 2 jam tersebut sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan para peserta. Para peserta webinar juga tidak sungkan mengajukan pertanyaan serta berdiskusi dengan narasumber yang memakan waktu diskusi selama lebih kurang satu jam. Pada akhir acara, Rukita Widodo dari Lingkar Madani mengatakan bahwa webinar ini dihadiri peserta umum, tapi program ini juga menyediakan fasilitas pelatihan yang hanya dapat diakses oleh khusus OMS mitra dari The David & Lucile Packard Foundation.

Bagikan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Email

Penyedia Layanan

Pakar/ Narasumber

Jumlah Peserta

87 Orang

Dokumen terkait

Berkas-berkas kegiatan ini hanya tersedia untuk para Organisasi Masyarakat Sipil yang terdaftar sebagai mitra program Organizational Effectiveness dari the David and Lucile Packard Foundation.

Jika Anda adalah salah satu dari mitra tersebut namun mengalami kesulitan dalam mengakses berkas, silakan layangkan email ke coaching.dlpf@penabulu.id dan berikan penjelasan Anda. Terima kasih!