Ketertarikannya terhadap data dan dampak membuat Nasrul memutuskan untuk fokus pada bidang pengukuran dampak. Saat ini ia berkarya di Campaign.com sebagai Monitoring and Evaluation officer untuk menciptakan dampak besar di bidang sosial. Selain itu ketertarikannya pada isu kesehatan membuat dirinya aktif di beberapa organisasi kepemudaan khususnya dibidang kesehatan.
Author: Pipit Zaenudin
-
Istiqomatul Hayati
Pejabat redaktur pelaksana di kanal Gaya, Travel, Seleb, Cantik, Cantika, dan Difabel. Selain menjadi wartawan juga aktif di Indonesia Tobacco Control Network. Sering menulis soal minimnya perlindungan pemerintah terhadap anak-anak dari paparan asap dan iklan rokok. Beberapa tulisan soal rokok memenangkan penghargaan. Salah satunya, penelusurannya soal patgulipat anggota Badan Legislatif DPR dengan industri rokok untuk menyelundupkan pasal kretek di RUU Kebudayaan pada 2015 memberinya kesempatan mengikuti short course Global Tobacco Leadership Program di Johns Hopkins School of Public Health di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat pada 2016. Selagi lelah menulis, sering menjelajah pasar untuk belanja dan praktik memasak.
-
Mitra Tarigan
Alumni Fakultas Hukum Universitas Diponegoro. Awardee John Doherty ABC Journalism Internship di ABC News, Melbourne-Australia 2018. Jurnalis Tempo sejak 2011. Saat ini menjadi Redaktur Gaya Hidup Tempo dan Cantika.com yang menulis berita seputar kesehatan, parenting, dan isu gaya hidup lainnya.
-
Zulkifli (Zoel)
Zoel sudah berkecimpung di dunia Design Web dari tahun 2008, dan sejak saat itu sampai sekarang Zoel sudah menguasai tidak hanya Design Web, tapi juga Front-end Developer, User Interface Specialist dan UI & UX specialist
https://www.linkedin.com/in/zoeldt?originalSubdomain=id
-
Muhammad Tamzil
Telah berpengalaman lebih dari satu dekade sebagai seorang Business Development Specialist, Muhamad Tamzil juga aktif memberikan pelatihan dan mentoring bagi lembaga/ organisasi masyarakat sipil dan usaha kecil menengah dalam mengidentifikasi potensi usaha dan menentukan bisnis model yang akan dikembangkan.
-
Sugiarto Arif Santoso
Sugiarto Arif Santoso, kerap dipanggil mas Sugi telah bekerja di sektor organisasi masyarakat sipil selama lebih dari 20 tahun. Pada awal 1991, beliau mulai mengambil isu konservasi lingkungan, terutama di sektor pesisir dan laut. Selanjutnya, pada tahun 2000-an, bekerja pada isu-isu terkait tata kelola, baik nasional maupun lokal, serta tata kelola organisasi masyarakat sipil. Pada tahun 2006, diberikan tugas oleh organisasi tempat ia bekerja, yaitu YAPPIKA, dalam merespons pasca-gempa dan tsunami di Aceh melalui penguatan organisasi masyarakat sipil. Pada tahun 2010, bergabung dengan Yayasan Leuser Indonesia (YLI) yang berfokus pada isu konservasi Hutan Leuser dan flora serta faunanya. Pada tahun 2011, kembali bergabung dengan YAPPIKA dengan tanggung jawab mengembangkan kapasitas institusional LSM dan manajemen pengetahuan. Setelah keluar dari YAPPIKA, pada tahun 2015-2016 kembali bekerja pada penguatan lembaga LSM dengan bergabung dengan Dewan NGO Indonesia, sebuah konfederasi LSM yang memiliki satu visi dalam hal transparansi dan akuntabilitas LSM.
Mulai tahun 2016, mas Sugi mulai banyak membantu beberapa proyek singkat yang dilakukan oleh PIRAC, Yayasan Penabulu, Indonesia Budget Center (IBC), NSLIC-NSELRED Cowater International, USAID-LESTARI, dan beberapa lainnya. Bantuan beliau terkait dengan riset tentang masyarakat yang dibantu di Bekasi, pemantauan dan evaluasi proyek hibah kecil ACB, manajemen pengetahuan dan komunikasi, penyuntingan buku dan modul, serta riset tentang pendanaan konservasi yang berkelanjutan. Pada tahun 2020, kembali ke pekerjaan manajerial dengan menempati posisi Kepala Pengembangan Program di Indonesia untuk Kemanusiaan (IKa).
Mas Sugi memiliki minat sendiri untuk bekerja di beberapa wilayah tempat saya pernah bekerja, yaitu Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Bekasi, Jakarta, Kalimantan Timur (Berau), Kalimantan Barat, dan wilayah Wallacea yang meliputi Sulawesi, Maluku, NTT, dan NTB.
-
Dewi Ernawati, SE., M. AK., BKP, CTT
Lulusan S1 Akuntansi di Universitas Islam Malang yang telah berpengalaman sebagai praktisi dan auditor sejak tahun 2011 di berbagai Kantor Akuntan Publik (KAP) dan Perusahaan. Menyelesaikan Magister Akuntansinya di Universitas Gajayana Malang
-
Optimasi Manajemen Sumber Daya Manusia
Sekarang ini, paradigma pengelolaan sumber daya manusia sudah berubah. Jika dulu disebut “personnel management”, kini berubah menjadi “Human Resources Management”—pada dekade 1980-an—pendekatan baru dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dengan pandangan bahwa pekerja itu memiliki nilai dan potensi. Berdasarkan tema, pandangan baru saat ini ialah bagaimana menyelaraskan aktivitas SDM dengan strategi organisasi. Bagaimana menurut, Sahabat?
Serial Pelatihan Cohort kali ini bertema Strategi Pengelolaan Sumber Daya Manusia bagi Organisasi Masyarakat Sipil dengan topik webinar “Optimizing Human Resource Management” yang digelar tanggal 14 Juni 2024, bersama narasumber Rully Tamba, Operational Director Insan Performa. Pelatihan cohort mengharuskan peserta untuk terlebih dahulu mengisi form komitmen, dengan tujuan konsisten mengikuti seluruh sesi agar pengetahuan yang diperoleh lengkap, tidak sepotong-potong.
Optimasi manajemen SDM merupakan penting bagi lembaga nirlaba dalam mengatasi tantangan perubahan zaman. Narasumber juga menekankan bahwa optimasi dilakukan tanpa melupakan perbedaan aktivitas bisnis dan kegiatan manajemen SDM, dilihat dari level strategi, level managerial, dan level operasional. Pada level strategi, kegiatan bisnis fokus pada bisnis apa yang dilakukan organisasi, identifikasi prioritas utama, dan menyusun kebijakan dan program utama yang spesifik. Berbeda dengan kegiatan manajemen di level yang sama yang melakukan identifikasi SDM, apa yang dibutuhkan untuk menjalankan organisasi di masa depan, kebijakan dan program SDM jangka panjang sesuai dengan kondisi dan strategi lembaga. Level-level dalam organisasi itu saling terhubung membentuk tujuan yang sama: tujuan organisasi.
Selain level-level tersebut, peran pemimpin sebagai mitra strategis organisasi adalah mendorong peningkatan penciptaan nilai secara terus menerus, baik terhadap individu ataupun kelompok melalui Penerapan Sistem dan Proses Manajemen Kinerja yang dapat membawa tujuan organisasi dan tujuan individu pekerja untuk mengelola berbuah kinerja yang efektif. Berujung terwujudnya visi dan misi lembaga. Semua itu juga dipengaruhi hubungan antara pemimpin dengan stafnya. Hubungan yang seperti apa? Nah, soal ini, Sahabat akan memperolehnya pada sesi selanjutnya. Tunggu, ya.
Pantau terus info pelatihan kami melalui e-mail, Instagram, dan WhatsApp Group.
Simak video rekaman pelatihan kali ini, agar tidak ketinggalan mengikuti sesi selanjutnya.